XL Axiata belum menyerah untuk mendapatkan 5G, ini paket EXCL

Bisnis.com, JAKARTA – PT XL Axiata Tbk. (EXCL) belum dapat mengonfirmasi waktu untuk menggelar jaringan 5G. Perusahaan masih menunggu lelang frekuensi 5G berikutnya, setelah gagal pada lelang 2,3 GHz

Director & Chief Technology Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa, mengatakan ketersediaan frekuensi dan regulasi masih menjadi tantangan dalam menggelar jaringan 5G. Selain itu, masih menunggu pemerintah merilis spektrum frekuensi baru guna menggelar teknologi baru generasi kelima.

“[Target gelar 5G], kembali lagi ke ketersediaan frekuensi dan regulasi pemerintah terkait 5G, “kata Darmayusa dalam konferensi virtual, Rabu (23/12).

Sebagai catatan, dalam 5 tahun ke depan, Kementerian Komunikasi dan Informatika berencana menyiapkan sejumlah spektrum frekuensi untuk 5G, antara lain 2,3 GHz (2021), 700 MHz (2022), 26-28GHz (2022), 3,3- 3,5 Ghz (2023) 2,6 GHz (2024/2025).

Dari jadwal tersebut diketahui bahwa lelang terdekat adalah untuk pita frekuensi radio 700 MHz, setelah siaran analog dipadamkan (ASO).

“Kalau misalnya 700 MHz dilelang pada 2022 dan mudah-mudahan bisa kita dapatkan, mungkin kalau misalnya langsung dianggap sebagai teknologi 5G netral, maka kita akan segera siapkan untuk 5G,” kata Darmayusa.

Darmayusa menilai pemerintah sangat serius dalam menggelar 5G. Teknologi generasi kelima ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan 4G. 5G diyakini akan menjadi pengubah permainan di industri telekomunikasi.

Melalui teknologi 5G, operator seluler dapat masuk lebih dalam ke industri lain. Karakteristik 5G yang mampu memberi daya pada jutaan perangkat mesin secara bersamaan akan membuat produktivitas industri meningkat.

“Ini harus diatur oleh pemerintah. Persimpangan industri sangat besar tidak hanya untuk pelanggan tetapi juga untuk perusahaan dan industri. Jadi kapan target paling lambat [gelar 5G] Kami tinggal menunggu spektrum dan regulasi yang optimal, ”kata Darmayusa.

Konten Premium

Masuk / Daftar


Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga yang terkena virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, bantu donasi sekarang! Klik di sini untuk lebih jelasnya.


Source