Wow! Demi aki listrik IBC, ANTM menyiapkan Capex Rp. 2.8 T

Jakarta, CNBC Indonesia – Perusahaan pertambangan milik negara, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) berencana mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 2,84 triliun tahun ini.

Sekretaris Perusahaan Antam Kunto Hendrapawoko mengatakan belanja modal akan digunakan untuk pengembangan rutin dan pengembangan bisnis dengan sumber pendanaan dari kas internal dan opsi pendanaan lainnya.

“Belanja modal tahun ini direncanakan sebesar Rp 2,84 triliun, termasuk pengembangan rutin dan pengembangan bisnis dalam bentuk proyek, terbesar untuk pengembangan bisnis,” kata Kunto, dalam keterangannya kepada awak media usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan, Rabu. (6/4/2021). ).

Beberapa proyek yang menjadi fokus Antam adalah penyelesaian pabrik feronikel di Halmahera Timur, kerjasama dengan Inalum (MIND ID) dan beberapa proyek lainnya.

“Kami akan fokus menyelesaikan proyek smelter, terutama di pabrik feronikel Halmahera Timur yang bisa langsung berkontribusi kepada perseroan di tengah prospek nikel ke depan. Saat ini sedang dalam proses penyelesaian dan pengoperasian pabrik,” ujarnya. .

Sementara itu, Antam juga masuk dalam konsorsium terkait pengembangan ekosistem industri aki EV melalui Indonesia Battery Corporation (IBC). Pengembangan ekosistem ini dilakukan mulai dari pengolahan, pemurnian nikel, pembuatan bahan baku, hingga sel baterai dan kemasan baterai. Dalam rantai ekosistem ini, Antam nantinya akan memasok bahan baku.

“IBC akan berdampak positif bagi perekonomian negara kita, terutama terwujudnya komitmen hilirisasi industri mineral di Indonesia,” jelasnya.

Secara terpisah, Menteri BUMN Erick Thohir sebelumnya memastikan megaproyek baterai listrik di Indonesia akan berjalan. Hal tersebut disampaikannya setelah Erick melakukan kunjungan kerja ke Wuyi, China.

Erick bertemu dengan perwakilan dari CBL, sebuah konsorsium Cina yang terdiri dari Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL), Brunp, dan Lygend. Konsorsium ini bermitra dengan konsorsium BUMN yang terdiri dari MIND ID, Pertamina, PLN, dan Antam untuk pengembangan EV Battery dengan total investasi hingga US $ 5 miliar atau sekitar Rp 72 triliun (Rp 14.400 / US $. )

“Saya ingin memastikan bahwa CBL berkomitmen untuk kerjasama ini dan segera menindaklanjuti nota kesepahaman yang telah ditandatangani sebelumnya. Saya tegaskan bahwa proyek investasi ini didukung penuh oleh pemerintah karena akan memberikan nilai tambah yang besar bagi sektor pertambangan kita, “kata Menteri Erick, dalam keterangannya. , Jumat (2/4/2021).

Skema kerjasama ini, lanjut mantan pemilik klub Inter Milan ini, tidak hanya menjadikan Indonesia sebagai pasar, namun dengan transfer teknologi, Indonesia juga akan menjadi pemain EV Battery di kancah global.

[Gambas:Video CNBC]

(hps / hps)


Source