Wow … Akan Ada Kesepakatan Besar! Indosat & Tri Akan Merger?

Jakarta, CNBC Indonesia – Raksasa keuangan yang berbasis di Hong Kong CK Hutchison Holdings Ltd. dilaporkan mendekati kesepakatan dengan Ooredoo QPSC dari Qatar, terkait rencana untuk mengkonsolidasikan operasi telekomunikasi dari dua anak perusahaan mereka di Indonesia.

“CK Hutch sedang dalam pembicaraan lebih lanjut untuk menggabungkan bisnis telekomunikasi di Indonesia dengan PT Indosat,” kata sumber itu Bloomberg yang mengetahui rencana tersebut, dikutip pada Selasa (22/12/2020).

Hutchison memiliki operator bisnis Tri, yaitu PT Hutchison 3 Indonesia (Tri Indonesia) Ooredoo memiliki sekitar 65% saham PT Indosat Tbk (ISAT) yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berdasarkan data laporan keuangan ISAT per September 2020, pemegang saham ISAT Seri B adalah Ooredoo Asia Pte Ltd 65%, Pemerintah Indonesia 14,29%, dan publik 20,71%.

Dengan jumlah saham Ooredoo yang mencapai 3.532.056.600, maka nilai saham yang menggunakan harga terakhir Rp 5.500 milik Ooredoo senilai Rp 19,43 triliun.

“Kesepakatan itu akan melibatkan penawaran tunai dan saham,” kata sumber itu, yang meminta namanya tidak disebutkan karena pembicaraannya bersifat pribadi.

“Kedua perusahaan [Hutchison dan Ooredoo] ditetapkan menjadi pemegang saham signifikan di entitas gabungan, “kata sumber itu. Pengumuman bisa datang paling cepat minggu ini. Struktur pasti dari setiap transaksi potensial di Indonesia belum final, sementara negosiasi masih bisa ditunda atau bahkan dibatalkan, mereka berkata.

Hingga saat ini perwakilan CK Hutch dan Ooredoo belum memberikan keterangan resmi terkait kabar tersebut.

Bloomberg melaporkan bahwa Hutchison Asia Telecommunications, yang menampung bisnis telekomunikasi CK Hutch di Indonesia, Vietnam dan Sri Lanka, memiliki sekitar 48,8 juta akun pelanggan aktif di tiga negara, menurut laporan keuangan sementara terbaru.

Indonesia berkontribusi sebesar HK $ 3,95 miliar (setara dengan US $ 510 juta), atau 87% dari total pendapatan Hutch Asia dalam 6 bulan pertama tahun 2020. Ini adalah satu-satunya pasar Hutch Asia yang membukukan EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi) . , dan amortisasi) positif.

Tahun lalu, CK Hutch juga disebut-sebut telah melakukan pendekatan awal ke Axiata Group Bhd terkait potensi penggabungan operasi telekomunikasi mereka di Indonesia.

Konglomerat Hong Kong yang didukung oleh taipan Victor Li ini secara informal menyatakan minatnya untuk menjajaki kombinasi bisnis nirkabel lokalnya sendiri dengan PT XL Axiata, Tbk (EXCL).

Namun pada September 2019 lalu, manajemen EXCL belum memberikan keterangan detail. “Kami tidak bisa memberikan tanggapan terkait informasi yang spekulatif dan di luar kewenangan kami. Jika Anda memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Axiata Group sebagai pihak terkait,” ujar Head of Corporate Communication XL Axiara Group. Tri Wahyuningsih, kepada CNBC Indonesia, Kamis (12/9/2019).

Selain Tri, di Indonesia, kelompok usaha melalui Pelabuhan Hutchison (anak perusahaan CK Hutschison) ini juga menggandeng BUMN pelabuhan, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II untuk membentuk Jakarta International Container Terminal (JICT) yang mengelola terminal peti kemas di Tanjung Priok, Jakarta. Utara.

Sedangkan Hutchison Asia Telecom merupakan anak perusahaan CK Hutchison Group, perusahaan yang didirikan konglomerat Hong Kong Li Ka-Shing.

[Gambas:Video CNBC]

(tas tas)


Source