Warga Negara Australia Kembali dari Inggris Positif Mutasi Baru Corona

Jakarta, CNN Indonesia –

Pemerintah negara bagian New South Wales, Australia, kasus infeksi berhasil dideteksi mutasi virus corona (Covid-19) dari dua warga yang baru pulang Inggris.

Dilaporkan ABC News, Selasa (22/12), Kepala Dinas Kesehatan New South Wales, dr. Kerry Chant menyatakan, dua warga yang baru pulang dari Inggris itu dinyatakan positif Covid-19. Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap spesimen mereka, ternyata virus yang menginfeksi mereka adalah strain yang bermutasi.

“Ada pasangan yang baru saja kembali dari Inggris terinfeksi virus yang bermutasi sesuai keinginan,” kata Chant dalam konferensi pers.

Chant membenarkan bahwa cluster infeksi baru di Avalon Beach, Sydney, tidak terkait dengan virus yang bermutasi.

Namun, Kepala Menteri New South Wales, Gladys Berejiklian, mengatakan jenis virus yang menginfeksi sejumlah orang di Pantai Avalon serupa dengan yang terdeteksi oleh pasangan yang baru kembali dari Inggris.

Ahli epidemiologi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dr. Maria Van Kerkhove menyatakan kasus infeksi mutasi virus corona juga terdeteksi di Belanda dan Denmark.

“Kami mengidentifikasi jenis virus ini yang terdeteksi di Belanda dan Denmark, dan ada satu kasus di Australia, tetapi tidak menyebar,” kata Van Kerkhove.

Virus korona yang bermutasi ditemukan di Inggris. Otoritas setempat mengatakan virus itu 70 persen lebih cepat menyebar.

Namun, mereka belum bisa membuktikan apakah virus itu lebih ganas dan membuat orang yang terinfeksi mengembangkan gejala yang lebih parah.

“Dari pengamatan saya pada setiap kasus penyakit menular, ada tiga hal yang menjadi perhatian. Lingkungan, inangnya, yaitu manusia, dan virus,” kata Kepala Badan Kesehatan Persemakmuran, Paul Kelly.

Akibat ditemukannya virus korona yang bermutasi tersebut, sejumlah negara untuk sementara waktu menutup penerbangan ke dan dari Inggris. Pemerintah Inggris juga telah menetapkan status siaga 4 di London, dan memberlakukan lockdown menjelang liburan Natal dan Tahun Baru.

Van Kerkhove mengatakan, hingga saat ini belum ada bukti apakah virus yang bermutasi di Inggris itu kebal terhadap vaksin. Ia menyatakan masih mempelajari karakter virus tersebut.

“Yang kami pahami bahwa virus saat ini tidak memperburuk gejala, itu dari informasi awal yang diberikan oleh pemerintah Inggris,” kata Van Kerkhove.

(Berita ABC / ayp)

[Gambas:Video CNN]

Source