Wanita Tidak Minum Kopi, Ada Bahaya Hormon Menguntit

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM – Kopi dikenal memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan dan merupakan salah satu minuman favorit dan populer di berbagai kalangan. Namun kopi juga memiliki bahaya jika dikonsumsi secara berlebihan. Bagi wanita, efek kopi harus diwaspadai karena bisa memengaruhi hormon.

Jumlah yang dianjurkan tidak lebih dari empat cangkir kopi per hari. Dilansir dari Mind Body Green, pakar kesehatan Wendie Trubow mengatakan, efek negatif kopi bagi wanita disebabkan kecenderungan metabolisme kafein yang lebih lambat dibanding pria. Ini juga berlaku ketika wanita minum alkohol.

Yang perlu diperhatikan, tubuh wanita didesain untuk menyimpan energi sebanyak mungkin dari apapun yang dikonsumsi. Cairan juga akan ditahan lebih lama dan proses metabolisme bahan kimia dalam tubuh wanita jauh lebih lambat.

Jika wanita mengonsumsi kopi saat perut kosong atau bahkan saat minum kopi terlalu banyak, efek negatif setelah meminumnya akan lebih terasa, seperti perasaan berdebar-debar, gelisah, atau sulit tidur di malam hari.

Bahaya minum kopi bagi wanita juga menyangkut masalah hormonal. Ini terjadi ketika wanita mengonsumsi kopi dengan tambahan gula, krim, atau pemanis lainnya. Gula yang ditambahkan akan menyebabkan lonjakan gula darah. Selain itu, kafein sendiri dapat membuat tubuh wanita memproduksi lebih banyak kortisol.

Hormon kortisol sebenarnya baik untuk kesehatan karena dapat mengatur tekanan darah dan kadar gula darah, tetapi jumlah kortisol yang terlalu tinggi dapat memengaruhi kemampuan wanita untuk mengatur peradangan.

Pada malam hari, wanita kemungkinan akan sulit tidur karena kafein dapat bertahan di dalam tubuh selama 24 jam. Artinya, efek asupan kopi di pagi hari masih bisa dirasakan di malam hari.

Kualitas tidur yang buruk memiliki berbagai efek negatif lainnya. Wanita bisa bangun dengan lesu atau tidak segar.

Lebih buruk lagi, kurang tidur dikaitkan dengan rendahnya produksi hormon sehat. Oleh karena itu, bagi wanita yang mengalami PCOS (sindrom ovarium polikistik) atau gangguan hormonal selama masa produktif, fibroid, atau endometriosis disarankan untuk mengurangi atau tidak minum kopi sama sekali.

Source