Vladimir Putin Menandatangani Peraturan untuk Menjadi Presiden Lagi

Jakarta, CNN Indonesia –

Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani peraturan yang memungkinkan dia untuk kembali ke kursi kepresidenan untuk dua periode berikutnya, atau selama 12 tahun, setelah masa jabatannya berakhir pada tahun 2024.

Dilaporkan ReutersDokumen tersebut ditampilkan di situs web pemerintah pada Senin (5/4) dan membuka jalan bagi Putin untuk kembali memimpin Kremlin hingga 2036 jika dia kembali dan memenangkan pemilu.

Aturan tersebut dilaporkan juga mencerminkan perubahan besar pada konstitusi yang disinggung tahun lalu. Saat itu, perubahan itu disebut-sebut sebagai soal perpanjangan kekuasaan Putin setelah dua masa jabatan.

Sejumlah kritikus Putin saat itu berasumsi bahwa perubahan konstitusi Putin dilakukan sebagai skenario untuk mempertahankan posisinya sebagai penguasa Rusia setelah masa jabatannya berakhir pada 2024.

Dengan amandemen ini, Putin dapat mengubah posisinya dari presiden menjadi perdana menteri dengan kekuasaan yang diperluas.

Putin juga mengubah konstitusi untuk mengamankan jabatannya pada 2008.

Saat itu, dia bertukar tempat dengan perdana menteri untuk menghindari ketentuan konstitusional yang melarang orang yang sama menjalani dua masa jabatan presiden berturut-turut.

Vladimir Putin, sekarang 68, diketahui telah berkuasa selama lebih dari dua dekade.

Putin menjadi perdana menteri Rusia pada 1999-2000 pada masa kepresidenan Boris Yeltsin, kemudian menjadi presiden untuk pertama kalinya pada 1999 hingga 2008.

Dia kemudian menjadi perdana menteri lagi pada 2008-2012 di bawah kepresidenan Dmitry Medvedev, dan Putin kembali menjadi presiden pada 7 Mei 2012 dengan periode yang dijadwalkan berakhir pada 2024.

(Reuters / akhir)

[Gambas:Video CNN]


Source