Varian baru Virus Corona, AS belum menutup penerbangan dari Inggris, Gubernur New York marah

NEW YORK, KOMPAS.com – Gubernur New York Andrew Cuomo memperingatkan tentang ancaman pelancong Inggris yang memasuki AS tanpa tes Covid-19, meskipun varian baru virus corona sedang menyebar di London.

Saat ini varian baru virus corona ada di dalam pesawat dari London menuju Bandara John F. Kennedy (JFK), kata Cuomo. New York Post pada Minggu (20/12/2020).

Dia meminta FBI untuk setidaknya memberlakukan pengujian virus corona pada pelancong Inggris jika larangan penerbangan langsung tidak dapat diberlakukan.

“Secara harfiah enam penerbangan sehari. Dan yang dibutuhkan hanya satu orang (positif Covid-19), ”ujarnya soal kemungkinan penyebaran virus corona jenis baru.

Sejauh ini, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Belgia, Austria, Irlandia, dan Bulgaria semuanya telah mengumumkan larangan atau pembatasan ketat pada pelancong Inggris. Aturan tersebut telah berlaku sejak Inggris mengumumkan kuncitara London pada Sabtu (19/12/2020).

Baca juga: Varian Baru Virus Corona Muncul di Inggris, Eropa Sibuk Tutup Perbatasan

Setidaknya 120 negara juga mewajibkan pelancong dari Inggris untuk dites negatif Covid-19 sebelum mengizinkan mereka masuk.

Cuomo mengatakan penutupan tiba-tiba London, yang sangat dekat dengan Natal, merupakan bukti nyata betapa berbahayanya varian baru virus korona ini.

“Kami memiliki sekitar enam penerbangan sehari yang datang dari Inggris. Dan kami tidak melakukan apa-apa sama sekali, “kata Cuomo. Ia juga mengumumkan bahwa negara bagian memiliki tambahan 9.957 kasus baru Covid-19 dan tingkat infeksi 5,05 persen.

“Bagi saya, kelalaian ini tercela, karena inilah yang terjadi di musim semi,” ujarnya.

Dia menyalahkan penyebaran awal di New York liar pada pelancong dari Eropa, bukan langsung dari Wuhan, Cina.

Baca juga: Varian Baru Virus Corona Muncul di Inggris, Apa Kamu Sudah Tahu?

“Ada yang kena uji, kita (AS) tidak. Negara Eropa lain sudah melakukan larangan, kita (AS) belum. Dan hari ini variannya naik pesawat dan mendarat di JFK,” ulang Cuomo.

“Otoritas Pelabuhan tidak memiliki kewenangan untuk melarang penumpang, memantau kesehatan penumpang. Itu kewenangan Pemerintah Federal AS, “ujarnya.

Ia menilai Pemerintah Federal AS sangat lalai karena tidak mengambil tindakan apapun. Menurutnya, pemerintahan Donald Trump belum belajar dari kesalahan yang terjadi saat awal penyebaran virus Covid-19 di AS.

Cuomo menegaskan, sejauh ini belum ada bukti varian baru virus corona ini telah mencapai AS. Namun, dia mengatakan ketakutan itu membuatnya terjaga sepanjang malam.

Dia juga khawatir hanya ada anggapan vaksin virus corona akan efektif melawan virus corona varian baru.

“Para ahli telah salah … Saya menerima konsekuensi dari kata-kata saya, untuk mengatakan yang sebenarnya.”

Baca juga: Apakah Vaksin Covid-19 Efektif Melawan Varian Baru Virus Corona?

Pernyataannya datang tak lama setelah Asisten Menteri Kesehatan AS Laksamana Brett Giroir menjelaskan bahwa tidak ada alasan untuk melakukan apa pun selain terus memantau berita tentang penyebaran di Inggris.

“Saya tidak berpikir seharusnya ada yang perlu dikhawatirkan sekarang,” kata Giroir kepada George Stephanopoulos ABC.

Pihaknya, katanya, telah melihat hampir 4.000 mutasi berbeda di antara virus-virus ini. Tetapi tidak ada indikasi bahwa mutasi saat ini telah mengambil alih Inggris.

Dia menegaskan, varian baru virus corona hanya mencakup 20 persen kasus di satu negara.

“Dan yang terpenting, kami belum melihat satu mutasi pun yang akan membuatnya menghindari vaksin,” katanya, seraya mengatakan vaksinasi akan bekerja dengan baik terhadap semua varian virus corona.

Baca juga: Menanggapi Varian Baru Virus Corona di Inggris, Prancis Perketat Lalu Lintas Logistik

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan pada Sabtu (19/12/2020) bahwa varian baru virus korona bergerak cepat dan 70 persen lebih menular. Sudah lebih dari 60 persen infeksi baru di dalam dan sekitar London terjadi karena varian baru ini.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam sebuah postingan di Twitter Sabtu malam (19/12/2020) menyatakan bahwa mereka telah melakukan kontak dengan pejabat Inggris terkait varian baru virus corona.

WHO berjanji akan memperbaharui informasi tersebut kepada pemerintah dan masyarakat setelah mempelajari data tersebut lebih lanjut.

Data Universitas Johns Hopkins menyatakan Inggris telah melihat lebih dari 67.500 kematian akibat pandemi tersebut. Korban tewas adalah yang tertinggi kedua yang dikonfirmasi di Eropa setelah Italia. Padahal ada lebih dari 2 juta kasus yang dikonfirmasi.

Baca juga: Ada Varian Baru Virus Corona, Hong Kong Larang Kedatangan Pesawat dari Inggris

Source