Varian Baru Coronavirus Attack Inggris, Saham Eropa Dibuka Turun

Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa Eropa dibuka melemah pada awal sesi perdagangan Senin (21/12/2020), karena investor takut mendengar kabar ditemukannya varian baru virus Corona yang berujung pada penutupan kota-kota besar di Inggris.

Indeks Stoxx 600, yang berisi 600 saham Eropa terkemuka, turun 1,8% di awal perdagangan. Semua saham sektoral berada di jalur negatif, karena indeks saham sektor perjalanan dan rekreasi jatuh 4%.

Setengah jam kemudian, koreksi indeks Stoxx memburuk menjadi 7,7 poin (-1,94%) menjadi 388,22. Indeks DAX Jerman turun 281,4 poin (-2,1%) menjadi 13.349,12 dan CAC Prancis turun 127,6 poin (-2,3%) menjadi 5.400,24. Di sisi lain, indeks FTSE Inggris merosot 77,2 poin (-1,18%) menjadi 6.452,01.

Pelaku pasar gelisah mendengar berita mutasi di Inggris yang memicu lockdown (kuncitara) London dan sebagian Inggris Tenggara, serta larangan berkumpul untuk merayakan Natal.

Varian baru dikatakan memiliki peluang transmisi 70% lebih tinggi daripada strain aslinya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengidentifikasi virus di Denmark, Belanda, dan Australia.

Akibatnya, beberapa negara di Eropa juga melarang imigran dari Inggris, antara lain Prancis, Jerman, Italia, Irlandia, serta Belanda dan Kanada. Nilai tukar poundsterling anjlok terhadap dolar AS (AS), melemah 1,7% hingga kisaran US $ 1,33 per sterling.

Situasi ini kemungkinan akan memperburuk prospek kesepakatan pasca-Brexit. Sejauh ini, Inggris dan Uni Eropa masih menemui jalan buntu terkait hubungan perdagangan kedua belah pihak setelah Inggris secara resmi keluar dari pakta perdagangan mulai 31 Desember.

Futures di AS cenderung datar bahkan setelah Kongres mencapai kesepakatan stimulus US $ 900 miliar. Proses pemungutan suara akan berlangsung malam ini.

Sementara bursa saham Asia cenderung bergerak variatif menyusul peningkatan kasus Corona di Jepang dan Korea Selatan. Dari Benua Biru, pelaku pasar akan mencermati rilis indeks kepercayaan konsumen Zona Euro.

Saham perseroan terkait industri penerbangan juga terkoreksi. Saham IAG (induk perusahaan British Airways) anjlok 13,5% dan memimpin koreksi, sementara saham Lufthansa dan Rolls-Royce anjlok lebih dari 7%.

TIM PENELITI CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(ags / ags)


Source