Van Sidabukke Cerita Petugas Kemensos Minta Jatah Bansos Covid-19 Sambil Mengasihani

TEMPO.CO, Jakarta – Mantan Menteri Sosial Juliari Batubara, Harry Van Sidabukke menuturkan, Matheus Joko Santoso meminta jatah Rp. 2.000 per paket dari pengadaan paket bansos Covid-19.

“Saat itu dia curhat dengan kasihan, katanya ada kebutuhan,” kata Harry di persidangan terdakwa, Senin 12 April 2021.

Matheus adalah mantan Pejabat Pembuat Komitmen di Kementerian Sosial. Harry menuturkan, saat pengadaan paket bansos tahap pertama selesai, ia bertemu dengan Joko. Saat itu, Joko meminta maaf dengan meminta jatah sebesar Rp. 2 ribu per paket.

Joko, kata Harry, menjabarkan dalam coretan berapa Rp. 2.000 per paket dialokasikan. “Dibagi untuk BPK, Inspektur Jenderal, operasionalnya, di atas,” ujarnya.

Saat itu, Harry mengaku menolak permintaan tersebut. Namun, Joko mengancam tidak akan membantu Harry jika ada kendala. “Akhirnya dalam hati saya berpikir, saya bisa memberi Rp 1.000-1.500. Tapi saya tidak memberitahu Pak Joko persis saat saya memberikannya,” ujarnya.

Harry Van Sidabukke, yang berprofesi sebagai konsultan hukum, didakwa menyuap Juliari, pejabat pembuat komitmen di Kementerian Sosial, Adi Wahyono dan Matheus senilai Rp1,28 miliar karena membantu penunjukan PT Pertani (Persero) dan PT Mandala Hamonangan Sude (MHS) selaku penyedia bansos Covid-19 sebanyak 1.519.256 paket.

Source