Vaksinasi Covid-19 Mulai Besar-besaran, Kapan Anda Bisa Melepas Masker?

Panduan baru telah muncul mengenai orang yang telah divaksinasi penuh dapat melepas masker.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Vaksinasi semakin marak dilakukan kepada masyarakat. Seseorang yang telah divaksinasi akan mendapat manfaat dari pencegahan infeksi Covid-19.

Dilaporkan oleh halaman Makan ini, Selasa (23/3), kini muncul pedoman baru bahwa orang yang sudah mendapat vaksin juga bisa bergaul dengan orang lain tanpa masker dalam situasi tertentu. Dalam situasi tertentu, protokol kesehatan tetap penting diterapkan, seperti pemakaian masker, social distancing di tempat umum, dan sering cuci tangan.

Menurut pedoman Pengendalian & Pencegahan Penyakit (CDC), orang yang telah divaksinasi diizinkan untuk melepas masker bagi orang yang telah divaksinasi penuh. Mereka juga dapat berkumpul di dalam ruangan dengan orang lain yang telah divaksinasi penuh.

“Atau jika Anda berkumpul di dalam ruangan dengan anggota keluarga lain yang tidak divaksinasi (kecuali salah satu dari orang-orang ini berada pada tingkat risiko COVID-19 yang parah),” bunyi pernyataan CDC.

CDC mengatakan orang yang divaksinasi harus memakai masker di depan umum. Ini termasuk mereka yang divaksinasi penuh dua minggu setelah menerima dosis kedua dari vaksin dua dosis, seperti vaksin Pfizer atau Moderna, atau dua minggu setelah vaksin dosis tunggal, seperti vaksin Johnson & Johnson.

Namun, CDC juga setuju dengan para ahli bahwa orang yang telah divaksinasi penuh perlu memakai masker di depan umum. Kemudian, praktikkan jarak sosial serta tindakan pencegahan lainnya seperti menghindari perjalanan dan pertemuan besar.

Itu karena masih belum jelas apakah vaksin COVID hanya memblokir gejala dan penyakit yang parah. Atau juga mencegah orang yang divaksinasi membawa virus dan menularkannya ke orang lain.

Meski begitu, masih ada kontroversi seputar rekomendasi ini. Senator Rand Paul menantang Dr. Anthony Fauci berkata “tidak ada situasi dimana tidak ada resiko.

Dr Gregory Poland, spesialis penyakit menular dan kepala Kelompok Riset Vaksin Klinik Mayo, mengatakan mereka yang divaksinasi dapat mengabaikan pembatasan tertentu lainnya. Mereka tidak perlu lagi menjalani karantina setelah terpapar COVID, dan dapat berkumpul dengan orang lain yang telah divaksinasi lengkap di dalam ruangan.

“Ini adalah langkah pertama CDC menuju keadaan normal dengan menyeimbangkan nilai interaksi sosial dan interaksi keluarga yang banyak dari kita belum terlibat karena rekomendasi berbasis sains, dan mencoba mengurangi isolasi sosial,” kata Dr. Poland.

Source