Vaksinasi Covid-19 Bagi Penderita Kanker Perlu Pengawasan Medis Ketat, Ini Penjelasan Dokter

Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Selama pandemi Covid-19, penderita kanker merupakan kelompok yang rentan tertular virus corona.

Berdasarkan data dari Satgas Penanganan COVID-19, sebanyak 1,8% kasus positif terkonfirmasi memiliki penyakit penyerta kanker, dan sebanyak 0,5% penderita Covid-19 meninggal karena penyakit penyerta kanker.

Ketua Perhimpunan Onkologi Hematologi Penyakit Dalam Indonesia (PERHOMPEDIN), Dr. dr. Tubagus Djumhana Atmakusuma, SpPD, K-HOM menyampaikan bahwa kanker merupakan penyakit yang disebabkan oleh peradangan.

Jika terpapar Covid-19, pengidapnya memiliki risiko tinggi menyebabkan kematian yang tinggi.

Baca juga: China Donasikan 50.000 Dosis Vaksin Covid-19 ke Irak

Baca juga: Dokter Penderita Kanker Masih Membutuhkan Vaksinasi Covid-19

Oleh karena itu, penderita kanker juga membutuhkan vaksin Covid-19 untuk membangun kekebalannya.

Namun pemberian vaksin tidak boleh sembarangan, harus dalam pengawasan medis.

“Penderita kanker bisa mendapatkan vaksin Covid-19, tapi masih dalam pengawasan medis,” ujarnya dalam kegiatan virtual Kementerian Kesehatan bertajuk Vaksin Covid-19 Hari Kanker Dunia 2021, Kamis (4/2/2021).

Ia melanjutkan, tidak semua penderita kanker bisa mendapatkan vaksinasi. Pasien harus melalui serangkaian pemeriksaan medis dan melihat riwayat kontrol medis.

Gambar yang diambil pada tanggal 23 November 2020 ini menunjukkan sebuah botol dengan tulisan di atasnya
Gambar yang diambil pada 23 November 2020 ini menunjukkan sebuah botol dengan tulisan “Vaccine Covid-19” di sebelah logo Chinese National Pharmaceutical Sinopharm. (JOEL SAGET / AFP)

“Ada yang bisa menerima dan ada yang tidak bisa, tapi vaksinnya harus berupa vaksin yang tidak merugikan pasien,” ujarnya.

Source