Vaksin Sinovac Disebut Efektif dalam Mencegah Covid-19 dalam Percobaan di Brasil

Pantau data dan informasi Covid-19 terbaru di Indonesia pada microsite Katadata ini.

The Wall Street Journal tulis vaksin virus corona yang dibuat oleh Sinovac Biotech Ltd menunjukkan kemanjuran. Vaksin Covid-19 yang sedang diuji di Brasil dikatakan memiliki efektivitas di atas ambang batas 50%.

Pernyataan ini didasarkan pada pernyataan dari orang-orang yang terlibat dalam uji klinis di Brasil. Uji klinis fase ketiga telah diselesaikan minggu lalu.

Brasil menjadi negara pertama yang menyelesaikan uji coba fase ketiga vaksin CoronaVac yang dibuat oleh perusahaan China tersebut. Negara lain yang masih melakukan uji coba adalah Indonesia dan Turki.

Meski penggunaan vaksin Sinovac di bawah kendali di China, perusahaan harus melakukan uji klinis di luar negeri untuk mendapatkan izin penggunaan darurat. Untuk mendapatkan izin tersebut, vaksin Sinovac harus menunjukkan efektivitas minimal 50%, atau melebihi ambang batas vaksin yang dianggap layak oleh ilmuwan internasional.

Dengan tingkat efektivitas yang ditunjukkan dalam uji klinis, regulator di Brasil diproyeksikan akan memberikan lampu hijau untuk penggunaan vaksin Covid-19. Meski begitu, pihak berwenang di Brazil belum memberikan tanggapan dan informasi resmi terkait vaksin Sinovac.

Di sisi lain, para ilmuwan berharap vaksin Sinovac bisa menunjukkan efektivitas seperti vaksin virus corona lainnya. “Setiap orang mengharapkan tingkat keberhasilan di atas 90%. Hasil dari pengujian tahap pertama sangat baik. “kata Domingos Alves, seorang profesor di Sekolah Kedokteran Ribeirão Preto di Sao Paulo yang mengkhususkan diri dalam menganalisis data kesehatan The Wall Street Journal pada Senin (21/12).

Institut Butantan Brazil, pusat penelitian yang didukung oleh pemerintah negara bagian São Paulo yang telah menguji CoronaVac, siap mengumumkan tingkat keampuhan vaksin tersebut pada Rabu (23/12). Sebelum pengumuman resmi, Butantan menyatakan bahwa informasi yang diberikan mengenai kemanjuran vaksin adalah “spekulasi belaka.”

Meski begitu, Gubernur Sao Paulo Joao Doria dalam jumpa pers, Senin (21/12), mengatakan pihaknya sudah memesan vaksin Sinovac. Negara bagian akan menerima 5,5 juta dosis vaksin Coronavac pada 24 Desember 2020. Mereka memperkirakan bahwa mereka dapat memiliki 10,8 juta dosis pada 31 Desember 2020.

Melaporkan dari Reuters, Doria menuturkan, pemerintah memerintahkan vaksin untuk memulai program vaksinasi pada 25 Januari 2021 di Sao Paulo. Namun, pernyataan itu dibuat sebelum regulator kesehatan Brasil, Anvisa, memberikan izin resmi untuk menggunakannya.

Anvisa menyatakan telah melakukan sertifikasi standar produksi CoronaVac. Namun, mereka belum mensertifikasi produk vaksin tersebut.

Indonesia juga Memesan Vaksin Sinovac Covid-19

Pemerintah Indonesia juga memesan 3 juta vaksin Sinovac. Sebanyak 1,2 juta vaksin telah tiba di negara itu pada 6 Desember 2020 dan 1,8 juta akan tiba dalam waktu dekat.

Faktanya, vaksin tersebut belum menunjukkan kemanjuran dalam mencegah Covid-19. Baru-baru ini, laporan beredar bahwa WHO menyatakan bahwa efektivitas vaksin Sinovac paling lemah dibandingkan dengan 10 vaksin Covid-19 yang tersedia saat ini.

Terkait hal tersebut, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Lucia Rizka Andalusia, mengatakan belum ada dokumen dan informasi resmi dari WHO yang membandingkan respon imun dari 10 calon vaksin. Begitu pula pernyataan bahwa efektivitas vaksin Sinovac tergolong rendah.

“Hal ini juga sudah kami konfirmasikan dengan WHO di Indonesia. Hingga saat ini belum ada pengumuman mengenai tingkat keampuhan vaksin Sinovac baik dari produsen maupun dari badan pengawas obat di negara tempat dilakukan uji klinis,” kata Lucia. covid-19.go.id pada Minggu (20/12).

Selain itu, informasi bahwa hanya Indonesia yang memesan vaksin Sinovac juga tidak akurat. Menurut dia, sejumlah negara telah memesan vaksin Covid-19 dari perusahaan China tersebut, seperti Brazil, Turki, Chile, Singapura, dan Filipina. Padahal, Mesir juga sedang bernegosiasi untuk bisa memproduksi vaksin Sinovac di Mesir.

Lebih lanjut, Lucia menekankan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menggunakan vaksin Covid-19 yang aman, efektif, dan berkualitas secepatnya. BPOM bersama dengan Komnas Pengkajian Obat dan para ahli akan memastikan dan mengawal aspek keamanan, khasiat dan kualitas vaksin Covid-19 yang akan digunakan di Indonesia.

Pemerintah berharap dengan vaksinasi dapat membawa Indonesia keluar dari pandemi. Meski begitu, program vaksinasi harus dibarengi dengan kedisiplinan 3M, yaitu memakai masker, cuci tangan, menjaga jarak. Kedua cara tersebut dapat memberikan perlindungan ganda untuk mencegah Covid-19.

Source