Vaksin AstraZeneca Diizinkan Digunakan di Indonesia, Inilah 5 Rekomendasi dari BPOM!

Memuat …

JAKARTA Vaksin AstraZeneca Kepedulian masyarakat terus menjadi perhatian publik sejak kedatangannya di Indonesia pada 8 Maret mendatang. Isu terkait efek samping berupa pembekuan darah dan tanggal kadaluwarsa membuat masyarakat khawatir dengan vaksin ini.

Mengatasi berbagai masalah ini, badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai lembaga pemberi izin penggunaan vaksin Covid-19 di Indonesia terus memberikan informasi terbaru tentang vaksin ini. Baru-baru ini Badan POM mengeluarkan rekomendasi agar masyarakat tetap divaksinasi.

Rangkuman dari laman Instagram resmi Panitia Percepatan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), @ lawancovid19_id, Selasa (23/3/2021) Badan POM juga sudah mencantumkan peringatan peringatan tentang penggunaan vaksin ini di orang dengan trombositopenia dan gangguan pembekuan darah.

Baca juga: 3 Juta Masker Terbuang Setiap Menit Menjadi Ancaman Lingkungan

Badan POM bersama tim ahli dari KOMNAS Bidang Evaluasi Narkoba, KOMNAS PP KIPI, dan ITAGI mengeluarkan lima rekomendasi sebagai berikut:

1. Masyarakat masih harus mendapatkannya Vaksinasi Covid-19 sesuai jadwal yang ditetapkan karena risiko kematian akibat Covid-19 jauh lebih tinggi daripada kemungkinan KIPI.

2. Manfaat pemberian vaksin Covid-19 AstraZeneca lebih besar daripada risikonya. Sehingga vaksin AstraZeneca Covid-19 dapat mulai digunakan.

3. Dalam informasi tentang produk vaksin AstraZeneca, peringatan tentang kehati-hatian penggunaannya pada orang dengan trombositopenia dan gangguan pembekuan darah telah disertakan.

Baca juga: Agar Tetap Sehat Selama Musim Panas, Hindari 5 Asupan Ini

4. Vaksin Covid-19 AstraZeneca yang diterima di Indonesia melalui Fasilitas COVAX diproduksi di Korea Selatan dengan jaminan kualitas sesuai dengan persyaratan global untuk Good Manufacturing Practices (CPOB).

5. Badan POM RI bersama Kementerian Kesehatan dan KOMNAS PP KIPI terus memantau keamanan vaksin yang digunakan di Indonesia dan menindaklanjuti setiap masalah tindak lanjut pasca imunisasi.

(wur)

Source