Usai Gus Nur, Tersangka Ujaran Kebencian, Kini Refly Harun Terpolarisasi

Jakarta

Perbincangan antara dua sosok di depan layar yang diunggah kanal YouTube itu menuju proses hukum. Salah satunya sudah menjadi tersangka, kini satu lagi dilaporkan karena diduga menghina Nahdlatul Ulama.

Kedua tokoh tersebut adalah Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur dan Refly Harun. Gus Nur awalnya berstatus tersangka, sedangkan Refly Harun belakangan dilaporkan ke Bareskrim Polri.

Obrolan Gus Nur dan Refly Harun ditayangkan di kanal YouTube MUNJIAT Channel yang diunggah pada 16 Oktober 2020. Pada menit ke 3.45, Gus Nur kemudian mengutarakan pendapatnya tentang kondisi NU saat ini. Menurut Gus Nur, NU saat ini tidak seperti NU dulu.

“Sebelum rezim ini, jalannya dikawal oleh Banser. Saya tenang dengan NU. Tidak pernah ada masalah. Nah, setelah rezim ini lahir tiba-tiba berubah 180 derajat,” ujarnya dalam video tersebut.

“Saya kira NU sekarang seperti bus umum. Sopirnya mabuk, kondekturnya mabuk, belaiannya nekat. Dan semua penumpangnya kurang ajar. Mereka merokok, nyanyi juga, buka kemaluannya juga,” lanjutnya.

Wawancara Eksklusif Gus NurGus Nur dalam wawancara eksklusif dengan detikcom (Foto: doc detikcom)

Gus Nur kemudian ditetapkan sebagai tersangka dugaan ujaran kebencian terkait kata-kata yang diduga menghina NU. Gus Nur kini ditahan di Bareskrim Polri.

Pada 28 Oktober detikcom berkesempatan mewawancarai Gus Nur secara eksklusif di Bareskrim. Terkait kasus tersebut, Gus Nur mengaku terprovokasi oleh pertanyaan Refly Harun saat membicarakan kondisi NU dan pemerintahan saat ini. Gus Nur mengatakan dia tidak berbicara kebencian terhadap NU, tetapi dia mengkritiknya karena kecintaannya pada NU.

“Ya itu saya, kalau saya tidak ada wawancara dengan Refly, saya tidak akan mengatakannya,” kata Gus membuka percakapan. Dia mengenakan rompi tahanan Bareskrim oranye yang dipadukan dengan topi putih.

Gus Nur mengatakan, kritik terhadap NU tidak direncanakannya dalam video wawancara dengan Refly Harun. Namun, Gus Nur mengaku memang akan menyampaikan hal yang sama jika ditanya tentang kondisi NU saat ini.

“Iya itu saya, karena Pak Refly menanyakan hal itu (tentang kondisi NU saat ini-red). Jadi bukan berarti sesuai jadwal, hanya saya yang kabur. Coba sekarang tanya ke saya ( Soal) NU, nanti saya jawab seperti itu lagi. Jadi begitu. naluri, ”kata Gus Nur.

Dalam perjalanannya polisi juga memeriksa Refly Harun. Ia memenuhi panggilan Penyidik ​​Bareskrim pada Selasa, 3 November 2020.

Penjelasan Refly Harun ada di halaman selanjutnya.

Source