Urgensi Jokowi Membentuk Dua Kementerian Baru dan Masalah Munculnya Perombakan Kabinet

KOMPAS.TV – Presiden Joko Widodo membentuk Kementerian Investasi dan menggabungkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Kementerian Riset dan Teknologi. Hal itu disetujui dalam Rapat Paripurna DPR.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco mengatakan persetujuan DPR terkait pembentukan Kementerian Penanaman Modal dan penggabungan 2 Kementerian.

Dalam rapat tersebut, seluruh anggota DPR sepakat untuk menggabungkan tugas dan fungsi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi menjadi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan pembentukan Kementerian baru, yaitu Kementerian Penanaman Modal.

Pakar Utama KSP Ali Mochtar Ngabali mengatakan, sebelumnya Presiden Jokowi sudah menyampaikan rencana pembentukan Kementerian Penanaman Modal yang ingin meningkatkan investasi dan penciptaan lapangan kerja.

Sementara itu, masuknya Kementerian Riset dan Teknologi ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjadi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ristek dinilai memperkuat fungsi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Di antara kebijakan pemerintah terkait kedua Kementerian tersebut, peleburan fungsi Kementerian Riset dan Teknologi dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah memicu perdebatan dan dianggap sebagai langkah mundur.

Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera mengatakan, pemerintah seakan tidak belajar dari pengalaman sebelumnya bahwa penggabungan kedua kementerian itu tidak efektif.

Analis Politik Adi Prayitno juga mengatakan, merger ini tentunya berdasarkan evaluasi, seperti adanya salah satu Kementerian yang selama ini kinerjanya buruk. Tidak hanya itu, pendidikan dan penelitian juga merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan yang telah tertuang dalam Tri Dharma. Pelayanan ini tidak lepas pada awal sejarahnya.

Namun, kebijakan penggabungan fungsi Kementerian Riset dan Teknologi dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dinilai akan diikuti oleh masalah baru, salah satunya terkait perombakan kabinet.

Lantas, seberapa efektifkah pembentukan dua Kementerian baru ini?

Simak pembahasan lengkapnya dengan Kepala Ahli Kantor Staf Kepresidenan, Ali Mochtar Ngabalin dan Analis Politik, Adi Prayitno.

Source