Untuk restrukturisasi, Sritex (SRIL) meminta penundaan pembayaran bunga dan pokok

ILUSTRASI. Pabrik tekstil PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex

Reporter: Nur Qolbi | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Proses restrukturisasi pinjaman sindikasi PT Sri Rejeki Isman Tbk / Sritex (SRIL) senilai US $ 350 juta terus berlanjut. Baru-baru ini, Sritex mengajukan permohonan penundaan sementara pembayaran bunga dan pokok hingga proposal restrukturisasi diajukan, paling lambat pada minggu kedua Agustus 2021.

Permintaan tersebut disampaikan oleh Sritex dan Helios Capital selaku penasehat proses restrukturisasi dalam pertemuan dengan kreditur pinjaman sindikasi dan pinjaman bilateral yang berlangsung Senin, 12 April 2021.

“Alasan utama permintaan penghentian sementara pembayaran bunga dan pokok karena kami perlu waktu untuk menganalisis kondisi keuangan perseroan dan memprioritaskan operasional perseroan untuk memastikan kelangsungan usahanya,” kata sumber dari Helios Capital saat dihubungi Kontan. co.id, Senin (19/4).

Baca juga: Sritex meminta restrukturisasi kredit diperpanjang, kata kreditor

Menurut sumber tersebut, berdasarkan informasi dari manajemen Sritex, sejumlah kreditor telah meminta pengurangan kredit modal kerja pada awal 2021.

Akibatnya, Sritex harus mengandalkan jumlah uang tunai yang tersedia. Oleh karena itu, arus kas Sritex adalah salah satu hal yang sedang dianalisis dan diperhatikan oleh Helios Capital.

DONASI, Dapatkan Voucher Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terima kasih atas perhatiannya, terdapat voucher gratis senilai donasi yang bisa digunakan untuk berbelanja di KONTAN Store.



Source