Unilever Performance (UNVR) 2020: Pendapatan Rp42,9 Triliun, Untung Rp 7,2 Triliun

Bisnis.com, JAKARTA – Konsumen emiten PT Unilever Indonesia Tbk. mengalami penurunan laba bersih di tahun 2020 meski penjualan meningkat.

Berdasarkan laporan keuangan per Desember 2020, emiten dengan ticker UNVR ini membukukan laba bersih Rp7,16 triliun. Nilai ini terkoreksi tipis sebesar 3,1 persen tahun ke tahun (yoy) dari realisasi tahun 2019 sebesar Rp7,39 triliun. Pencapaian laba tahun 2020 ini lebih rendah dari perkiraan konsensus sebesar Rp 7,29 triliun.

Sedangkan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) sebesar 6,18 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp 10,55 triliun.

Menyusutnya laba UNVR seiring dengan kenaikan beban pemasaran dan penjualan sebesar 7,19 persen menjadi Rp8,62 triliun. Begitu pula dengan beban umum dan administrasi yang bahkan mengalami kenaikan lebih tinggi yaitu 12,83 persen menjadi Rp 4,35 triliun.

Sementara itu, pos penjualan bersih terpantau mengalami sedikit pertumbuhan sebesar 0,11 persen menjadi Rp42,97 triliun pada 2020 dibandingkan tahun sebelumnya Rp42,92 triliun.

Realisasinya berada di bawah konsensus Bloomberg yang memperkirakan penjualan UNVR akan mencapai Rp 43,61 triliun pada tahun 2020.

Berdasarkan kategori tersebut, penjualan ekspor turun 11,41% menjadi Rp1,81 triliun tahun lalu. Sementara penjualan domestik masih tumbuh 0,69% menjadi Rp 41,15 triliun.

Dari penjualan domestik, penjualan produk rumah tangga dan perawatan tubuh naik 0,90 persen menjadi Rp28,80 triliun. Sementara penjualan makanan dan minuman tumbuh 0,21% menjadi Rp 12,35 triliun.

Sebelumnya, Direktur Utama Unilever Indonesia Ira Noviarti mengatakan bisnis itu barang konsumen yang bergerak cepat (FMCG) dipengaruhi oleh melemahnya daya beli selama pandemi.

Meski daya beli masyarakat perlahan membaik sejak akhir tahun 2020, Ira meyakini ke depan pemulihan konsumsi masih akan berada pada kecepatan yang moderat.

“Saya melihat tren di semester pertama sepertinya sedikit membaik, tidak sepenuhnya (sepenuhnya), “Kata Ira pekan lalu.

Wanita yang pernah memimpin divisi Beauty & Personal Care bahkan Managing Director di Unilever Foods Solutions South East Asia ini menambahkan, konsumsi masyarakat akan sangat bergantung pada keberhasilan program vaksinasi pemerintah tahun ini.

Jika vaksin terbukti efisien, salah satu perusahaan consumer goods dengan pangsa pasar terbesar di Indonesia memperkirakan pemulihan sepenuhnya di sektor konsumsi akan terjadi pada semester II / 2021.

Konten Premium

Masuk / Daftar


Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, bantu donasi sekarang! Klik di sini untuk lebih jelasnya.

Source