Uni Eropa Memberi Sanksi pada 10 Pejabat Junta dan 2 Perusahaan Myanmar

Jakarta, CNN Indonesia –

Uni Eropa menjatuhkan sanksi kepada 10 pejabat junta militer dan dua kompi Myanmar terkait dengan serangan terhadap pengunjuk rasa anti-kudeta.

Menteri Luar Negeri Myanmar Heiko Maas mengatakan keputusan itu diambil Uni Eropa dalam pertemuan virtual, Senin (19/4).

“Selain individu-individu ini, dua perusahaan konglomerat yang terkait dengan militer juga terkena imbasnya [sanksi ini], ”kata Maas seperti dikutip AFP.

Menurut Maas, keputusan Uni Eropa ini untuk menekan Myanmar agar kembali ke meja perundingan.

“Rezim militer terus menggunakan kekuatan dan membawa negara ke kehancuran. Itulah alasan kami meningkatkan tekanan kepada militer untuk kembali ke meja perundingan,” kata Maas.

Para diplomat Uni Eropa kemudian menjelaskan bahwa dua perusahaan yang terkena sanksi adalah Myanmar Economic Corporation (MEC) dan Myanmar Economic Holdings Ltd (MEHL) yang mendominasi sektor perdagangan, alkohol, rokok, dan kebutuhan sehari-hari.

Sedangkan sepuluh pejabat junta militer yang menjadi sasaran sanksi sebagian besar adalah anggota Dewan Tata Usaha Negara. Mereka dianggap bertanggung jawab atas kerusakan demokrasi di Myanmar.

Ini adalah tekanan terbaru dari negara-negara Barat terhadap MEC dan MEHL. Sebelumnya, Amerika Serikat dan Inggris juga memberlakukan sanksi serupa terhadap dua perusahaan besar Myanmar tersebut.

Myanmar terus menjadi perhatian internasional sejak militer melakukan kudeta terhadap pemerintah sipil pada 1 Februari.

[Gambas:Video CNN]

Orang-orang yang menolak kudeta terus melakukan demonstrasi. Pihak berwenang semakin menindak para demonstran.

Asosiasi Bantuan Tahanan Politik (AAPP) melaporkan bahwa hingga saat ini, lebih dari 700 orang telah tewas akibat bentrokan antara pasukan keamanan dan pengunjuk rasa anti-kudeta.

(memiliki)


Source