Tubuh “Stucker” Ditemukan di Roda Pendaratan Pesawat Terbang dari Nigeria

AMSTERDAM, KOMPAS.com – Polisi Amsterdam melakukan penyelidikan setelah mayat seorang pria ditemukan di bawah pesawat yang mendarat di bandara Amsterdam dari Nigeria.

Pria yang sementara diduga sebagai penumpang gelap itu ditemukan di dalam sebuah lengkungan roda pada Senin sore (19/4/2021) di bandara Schiphol.

Baca juga: 20 Migran Terbunuh Dilempar ke Laut oleh Kelompok Penyelundup Manusia

Pihak berwenang Belanda mengatakan mereka telah melakukan penyelidikan atas identitas pria itu dan penyebab kematiannya, lapor Bintang Harian.

Kemungkinan dia meninggal setelah mengalami hipotermia akibat suhu ekstrim, di dalam pesawat yang diterbangkan selama enam jam 45 menit perjalanan dari Lagos ke Belanda.

Tidak jarang para migran mencoba mencapai Eropa dengan bersembunyi di pesawat terbang dan terutama di lengkungan roda.

“Pria itu bersembunyi di lengkungan roda pesawat. Suhu rendah bisa berakibat fatal baginya selama penerbangan,” kata juru bicara Kerajaan Belanda Marechaussee. Cermin.

Jika mereka selamat dari perjalanan yang sangat berbahaya, mereka kemudian dapat mencoba dan mengklaim suaka.

Baca juga: Video Eksklusif Tunjukkan Etnis Rohingya Dipukuli di Kapal Oleh Penyelundup

Dalam kasus serupa, seorang anak laki-laki, 16 tahun, dari Kenya bersembunyi di roda pendaratan pesawat yang terbang ke bandara Maastricht Aachen Belanda dari London, pada Februari tahun ini.

Dia selamat tetapi telah dirawat di rumah sakit karena hipotermia parah. Diperkirakan dia kemudian mengajukan status suaka.

Sementara itu, seorang pria misterius jatuh dari langit di London selatan dan tubuhnya ditemukan di taman Clapham, London Selatan. Dia dilaporkan bersembunyi di roda pendaratan penerbangan Kenya Airways ke Heathrow, Inggris.

Menurut pedoman Badan Pengungsi PBB, pencari suaka yang melarikan diri harus dilindungi dari pemulangan paksa ke negara asalnya. Ini karena mereka dikatakan berada dalam “situasi yang sangat rentan” yang membutuhkan perlindungan internasional dan solusi jangka panjang.

Baca juga: Berjalan kaki ke AS melalui Guatemala, migran Honduras bentrok dengan pihak berwenang

Source