Trump Ingin Menendang Alibaba Cs dari Wall Street, China Grumbles

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah China menentang kebijakan terbaru dari Amerika Serikat yang dikabarkan jika Presiden Donald Trump menandatangani RUU untuk mengeluarkan perusahaan China dari bursa AS, Wall Street.

Berdasarkan data US-China Commission (USCC) per 22 Oktober 2020, terdapat 217 perusahaan China yang terdaftar di Wall Street. Diantaranya: Alibaba Group, China Life Insurance, China Mobile Limited, JD.com Inc, PetrChina Company Limited, Pinduoduo Inc, KE Holdings, China Petroleum & Chemical Corporation.

Namun undang-undang tersebut juga mengatur bahwa perusahaan China masih dapat bertahan jika mereka mematuhi standar audit AS. Trump telah menandatangani aturan tersebut sejak Jumat lalu.

Menurut perwakilan pemerintah China, kebijakan tersebut sangat diskriminatif. Perlakuan administrasi Donald Trump dianggap tidak dapat dibenarkan.

“Ini tidak lain adalah tindakan kekerasan politik yang tidak dapat dibenarkan terhadap perusahaan yang terdaftar di Amerika Serikat,” kata juru bicara kementerian luar negeri China Wang Webin.

Wang menambahkan kebijakan itu akan mendistorsi aturan pasar ekonomi dasar yang selalu dipuji Amerika Serikat.

Kebijakan tersebut menambah panasnya hubungan kedua negara setelah AS kembali memasukkan sejumlah perusahaan teknologi China ke dalam daftar entitas. Kali ini produsen drone, DJI dan Semiconductor Manufacturing International Corporation (SMIC) harus bernasib sama dengan Huawei.

Dengan cara ini, masa depan keduanya semakin tidak jelas di Amerika Serikat. Namun, DJI membenarkan bahwa barang tersebut masih bisa dibeli dan digunakan di negara tersebut secara normal.

Kementerian Perdagangan menuding DJI banyak melakukan pelanggaran HAM. Sementara itu, SMIC masuk dalam daftar entitas untuk melindungi keamanan nasional AS.

[Gambas:Video CNBC]

(roy / roy)


Source