Tri Rismaharini Plt Mensos dan Walikota, Ahli: UU dilarang

TEMPO.CO, Jakarta – Pakar Hukum Tata Negara, Bayu Dwi Anggono mengatakan undang-undang melarang menteri merangkap pejabat negara. Hal tersebut disampaikan Bayu menanggapi pernyataan Menteri Sosial Tri Rismaharini yang menyatakan akan tetap merangkap jabatan sebagai Walikota Surabaya untuk sementara waktu.

“Sesuai dengan Pasal 23 UU 39/2008 tentang Kementerian Negara jelas mengatur larangan menteri merangkap pejabat negara lainnya. Dalam hal ini kepala daerah dikategorikan sebagai penyelenggara negara sebagaimana diatur dalam UU 5/2014 tentang ASN. dan UU 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah, ”kata Bayu saat dihubungi Tempo, Rabu, 23 Desember 2020.

Adapun akibat hukum jika tidak mematuhi hukum, kata Bayu, diatur dalam Pasal 24 ayat (2) huruf d Undang-Undang Nomor 39/2008, yaitu; diberhentikan dari jabatannya oleh presiden. Seharusnya, kata Bayu, Risma langsung mundur dan posisi Walikota Surabaya dipegang Wakil Walikota sebagai Plt Walikota.

Sebelumnya, Risma membeberkan alasan tak mau meninggalkan Surabaya karena masih ingin meresmikan sejumlah tempat yang dibangun pada masa pemerintahannya. Salah satunya Jembatan Joyoboyo yang merupakan ikon kota Surabaya.

“Saya baru mau ke Surabaya meresmikan jembatan Bu Erna (Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan). Saya membangun jembatan dengan air mancur, sayang kalau tidak diresmikan,” kata Risma di sela acara. Acara serah terima Mensos yang disiarkan langsung melalui akun YouTube Kementerian Sosial. , Rabu, 23 Desember 2020.

Selain itu, ia juga mengaku ingin kembali ke Surabaya untuk meresmikan Museum Olahraga. Pasalnya, di museum tersebut akan ada jersey pemain bulu tangkis, Rudi Hartono, dan juga raket Alan Budi Kusuma. “Saya ingin meresmikannya untuk anak Surabaya,” ujarnya.

Risma mengaku sudah mendapat restu dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk merangkap jabatan sementara. Jokowi pun mengizinkan Risma mudik ke Surabaya.

“Kemarin saya mendapat izin Presiden. ‘Bagaimana?’ Tidak apa-apa Bu Risma ngelaju (Jakarta-Surabaya), ucap Risma menirukan ucapan Jokowi.

Source