Trauma, Perawat Rumah Sakit Siloam Mengungkapkan Niat Berhenti Bekerja Sama dengan Ibu

Palembang

Christina Ramauli (27) sempat berniat mundur dari profesinya. Namun, perawat di Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) yang menjadi korban penganiayaan keluarga pasien, akhirnya menyerah.

Berdasarkan informasi ibu korban saat kami berkunjung beberapa waktu lalu, Christina yang dalam kondisi traumatis sempat menyebutkan ingin mundur dari jabatannya sebagai perawat, kata Ketua Ikatan Perawat Nasional Indonesia Sumsel. (PPNI), Subhan Haikal, kepada detikcom, Senin (19/4/2021).

Subhan menuturkan, niat untuk mundur dari profesi perawat muncul saat Christina mengalami puncak trauma. Niat ini lenyap saat kondisinya membaik.

“Alhamdulillah kondisinya sudah membaik sekarang. Secara fisik bekam di perut sudah mulai berkurang, dagu masih menyala. sedikit. Mungkin secara psikologis masih sedikit trauma, dan hingga saat ini mereka masih dirawat di RS Siloam, ”kata Subhan.

Subhan mengatakan, untuk memulihkan jiwa Christina dari traumanya, dua dokter dan psikolog menemaninya. Untuk mengawal perkara hukum di kepolisian, PPNI juga memberikan bantuan hukum.

Insya Allah kasusnya akan terus berlanjut, suster Christina akan didampingi oleh yang jelas pengacara Siloam dan pengacara Badan bantuan hukum PPNI. Jadi sudah kita persiapkan seperti itu, ”kata Subhan.

Jason Tjakrawinata alias JT (38) ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan perawat di Rumah Sakit Siloam Sriwijaya, Palembang, Christina Ramauli Simatupang. Dia juga ditahan di Polda Palembang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Jason didakwa pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan penjara karena menganiaya perawat di Rumah Sakit Siloam. Selain itu, Jason juga didakwa merusak ponsel milik perawat RS Siloam lainnya, berinisial AR, yang saat kejadian merekam kerusuhan tersebut.

Lihat berita lengkapnya di halaman berikutnya.

Source