Transaksi Saham Dikenakan Bea Meterai, Begini Penjelasan Bursa

Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan bahwa transaksi yang dikenakan bea materai adalah jumlah transaksi yang dilakukan oleh investor dalam satu hari. Materai ini akan dicatat dalam Konfirmasi Dagang (TC).

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Efek BEI Laksono Widodo mengatakan hingga saat ini belum ada minimal transaksi yang diatur dalam pengenaan bea meterai.

“TC juga bukan per transaksi, tapi untuk sekumpulan transaksi yang dilakukan dalam satu hari. TC dikeluarkan broker kepada nasabah di penghujung hari,” kata Laksono di Jakarta, Sabtu (19/12/2020). .

Ya betul. TC diterbitkan setiap hari (jika ada transaksi). Kalau mau jual / beli Rp 10 juta atau Rp 10 miliar dalam satu TC tetap dikenakan materai Rp.

Namun, hingga saat ini bursa masih menunggu instruksi pelaksanaan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan.

“… Mungkin ada aturan nilai transaksi minimal di TV tidak kena materai,” ujarnya.

BEI mengumumkan bahwa mulai 1 Januari 2021, transaksi efek yang dilakukan di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan dikenakan bea materai Rp 10 ribu per dokumen. Bea meterai diberlakukan dengan tidak terbatas pada nilai nominal yang diterima investor.

Biaya materai ini menjadi tanggung jawab investor sampai dengan Anggota Bursa (AB) diangkat sebagai Obligatory Collector.

Kebijakan ini sejalan dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2020 tentang Bea Meterai pada Oktober 2020.

Transaksi ini akan dikenakan biaya untuk setiap Trade Confirmation (TC) tanpa batasan nilai nominal yang diterima investor sebagai dokumen transaksi sekuritas.

[Gambas:Video CNBC]

(hoi / hoi)


Source