Track Record Prananda, putra penyusun pidato politik Mega PDIP

Jakarta, CNN Indonesia –

Nama Prananda Prabowo jadi sorotan usai isu Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri akan mundur dari posisi yang dipegangnya selama hampir dua dekade.

Prananda Prabowo sendiri adalah anak kedua Megawati – biasa dipanggil Mega. Namun, berbeda dengan Puan yang kini lebih menjadi sorotan karena menjadi Ketua DPR dan sebelumnya menjabat Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Prananda kerap bergerak diam-diam di belakang layar.

Prananda sendiri mendapat dukungan langsung dari mantan Wali Kota Solo, FX Rudy, yang mengaku mendukung Prananda sebagai ketua PDIP berikutnya setelah Mega.

Rudy yang merupakan Ketua DPC PDIP Solo ini mengakui, seharusnya PDIP tetap dipimpin oleh marga Soekarno yang masih bergelar Marhaenisme. Selain Prananda dan Puan, Rudi melihat Puti Guntur Soekarno juga memiliki potensi.

“Menurut saya yang tepat adalah Prananda,” ujarnya, Sabtu (10/4).

Megawati Soekarnoputri (tengah) bersama putrinya Puan Maharani (kiri) dan putranya Muhammad Prananda Prabowo (kedua dari kanan). ANTARA FOTO / Indrianto Eko Suwarso / aww.

Prananda adalah anak kedua Mega yang lahir pada 23 April 1970. Prananda merupakan anak dari perkawinan pertama Megawati dengan seorang pilot pesawat tempur TNI AU, Lettu Surindro Supjarso. Surindro sendiri tewas dalam misi penerbangan di Biak, Papua, saat Mega mengandung Prananda pada 1971.

Dalam buku biografi Megawati Satyam Eva Jayate, Prananda, yang akrab disapa Nanan, lahir di Jakarta tanpa pernah mengenal ayahnya.

Meski lebih tua dari Puan – yang merupakan putri pernikahan Mega dan almarhum Taufiq Kiemas – Prananda lebih lambat diperkenalkan ke dunia politik.

Jika Puan sudah mulai terbuka dan aktif dengan organisasi politik pada tahun 2006, maka ikut pemilu legislatif tahun 2009; Padahal, Prananda baru diperkenalkan langsung oleh Megawati di dunia politik pada 2010 pada Kongres PDIP di Bali.

Meski merupakan putra orang nomor satu di PDI Perjuangan, Prananda tak serta-merta mendapat posisi bergengsi sebagai pengurus partai. Ia bahkan mendapat posisi yang jarang disorot media.

Selain itu, ia juga tidak ‘genit’ dengan banyak berbicara di depan umum. Posisi Prananda di PDI Perjuangan saat itu adalah Kepala Ruang Situasi dan Kontrol DPP PDI-Perjuangan.

Saat ini, ia dipercaya menjadi Kepala Divisi Ekonomi Kreatif Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

Prananda juga diketahui terlibat dalam persiapan pidato politik Megawati. Namun, terkait hal itu, ia sempat rendah hati karena pidato-pidatonya disusun atas arahan Megawati yang ingin mencari kutipan dari kakeknya, Bung Karno.

Peneliti Pusat Riset Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wasisto Raharjo Jati menilai bursa saham Ketua Umum PDIP pengganti Megawati masih akan diisi nama-nama keluarga Sukarno yang masih berbudaya.

Wasisto menilai akan ada gejolak internal setelah Megawati pergi. Prananda dalam situasi ini dianggap mampu merangkul internal.

“Setelah PDIP ditinggal Bu Mega, [partai] Nanti sedikit berfluktuasi, artinya pihak ini membutuhkan sosok yang dekat dengan Bu Mega, dalam hal ini Prananda, ”kata Wasisto saat dihubungi CNNIndonesia.com.

Wasisto mengatakan Prananda memiliki kelemahan karena tidak aktif di luar partai. Namun, dia menilai sosok Prananda paling dibutuhkan jika PDIP ingin mengunci soliditas partai.

(yla / anak)

[Gambas:Video CNN]


Source