TKIM hingga ITMG, Asing Rebut 10 Saham ‘Seksi’ Ini

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup hijau pada perdagangan Kamis kemarin (21/4/21), didorong oleh sentimen positif dari pasar global.

Data BEI mencatat, indeks benchmark bursa nasional naik 0,48% menjadi 6.107,21. Sebanyak 205 saham naik, 265 tertekan dan 170 lainnya datar. Indeks telah menyentuh tertinggi 6.179 dan terendah harian 6.069.

Nilai transaksi bursa hanya Rp 15,32 triliun dari periode sebelumnya di awal Januari yang bisa menyentuh Rp 23 triliun dengan volume perdagangan 16,11 miliar saham.

Investor asing melakukan beli bersih senilai Rp 495,46 miliar di pasar reguler. Sedangkan jika digabung dengan nego pasar dan tunai, akan terjadi net beli asing sebesar Rp 609,15 miliar.

Berikut ini adalah daftar saham-saham yang ramai diborong oleh asing.

Top 10 Foreign Buy (Reguler), Kamis (4/2/2021)

1. Tjiwi Kimia (TKIM), beli bersih Rp. 182 B, + 19,93% saham Rp. 16.850

2. Telkom Indonesia (TLKM), Rp 138 miliar, + 1,54% saham, Rp 3.290

3. Bank BRI (BBRI) Rp 131 miliar, saham + 2,51% Rp 4.490

4. AKR Corporindo (AKRA), Rp 44 miliar, + 1,19% saham, Rp 3.410

5. Indo Tambangraya (ITMG), Rp33 Miliar, + 3,85% saham Rp 12.125

6. Bank BTN (BBTN), Rp 30 miliar, + 1,16% saham, Rp 1.750

7. Unilever Indonesia (UNVR), Rp 29 miliar, + 1,74% saham, Rp 7.300

8. Capital Financial (CASA), Rp 24 miliar, saham + 17,98% Rp 420

9. Kalbe Farma (KLBF), Rp18 Miliar, -0,96% saham Rp 1.545

10. Bank Mandiri (BMRI) 18 Miliar + 1,15% Saham Rp 6.575

Ada yang menarik saat saham PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA) masuk pembelian atas investor asing. Bahkan kapitalisasi pasarnya cukup besar, Rp 22,88 triliun. Dalam sepekan terakhir, saham ini melonjak 11% dan sepekan asing juga masuk Rp 24 miliar.

Capital Financial didirikan pada tanggal 4 Juni 2009 dengan nama PT Baron Indonesia dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2012. Ruang lingkup kegiatan CASA adalah di bidang jasa dan investasi. Bisnis utama Capital Financial bergerak di bidang jasa konsultasi manajemen.

Hingga September tahun lalu, laba perseroan naik menjadi Rp 100,73 miliar dari periode yang sama tahun 2019 Rp 92,12 miliar, meski pendapatan turun menjadi Rp 7,56 triliun dari Rp 10 triliun, pendapatan terbesar dari pendapatan premi bersih.

Beberapa anak perusahaannya adalah PT Capital Life Indonesia (asuransi jiwa), PT Capital Asset Management (manajer investasi), PT Capital Life Syariah (asuransi syariah), PT Capital Global Ventura (modal ventura), dan PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA) yang menjadi rekanan terkonsolidasi.

Sementara saham PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), perusahaan kertas Sinar Mas Group, masih menjadi saham dengan aksi beli bersih terbesar.

Kapitalisasi pasarnya mencapai Rp 52,46 triliun. Nilai transaksinya mencapai Rp. 677 miliar dan volume perdagangan 42,17 juta saham. Dalam sepekan, sahamnya naik 33% dan sepekan asing juga masuk Rp 178 miliar.

Selain itu, salah satu saham yang diminati oleh asing adalah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN).

BUMN spesialis KPR yang tercatat di bursa akan menargetkan memiliki perusahaan asuransi jiwa dan modal ventura (VC) untuk mendukung pengembangan bisnis perseroan ke depan.

Tahun lalu, BBTN membukukan kinerja laba bersih tidak diaudit senilai Rp1,61 triliun. Nilai tersebut meningkat signifikan, mencapai 671,6% dibandingkan kinerja laba bersih perseroan sepanjang 2019 yang hanya mencapai Rp 209 miliar.

Plt. Direktur Utama BTN Nixon Napitupulu mengatakan kinerja yang sangat baik ini diraih perseroan setelah pada 2019 perseroan melakukan pembersihan besar-besaran terhadap kinerja perseroan sebelumnya.

[Gambas:Video CNBC]

(tas tas)


Source