Tingkat Kebugaran Sangat Terkait dengan Aktivitas Fisik

Jakarta, Beritasatu.com – Tingkat kebugaran tubuh berkaitan erat dengan aktivitas fisik. Sayangnya, saat terjadi pandemi Covid-19, banyak yang malas beraktivitas fisik dengan alasan hanya di rumah. Dengan demikian berpotensi mengalami penurunan kebugaran tubuh sehingga menjadi mudah terserang penyakit, termasuk tertular virus korona.

Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementerian Kesehatan Riskiyana Sukandhi Putra mengatakan, menurut WHO, satu dari empat orang dewasa dan tiga dari empat remaja berusia 11-17 tahun tidak memenuhi standar aktivitas fisik yang direkomendasikan. Sedangkan di Indonesia, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar 2018, sebanyak 33,5% penduduk kurang beraktivitas fisik. Hasil pengukuran kesegaran jasmani yang dilakukan Kemenkes terhadap aparatur sipil negara (ASN), masyarakat umum dan jemaah haji yang merupakan calon jemaah haji menunjukkan bahwa sekitar 45% tingkat kesegaran jasmani masih kurang dan 44% dalam kondisi sehat. kategori berat. kegemukan dan obesitas.

“Tingkat kebugaran erat kaitannya dengan aktivitas fisik karena orang yang memiliki aktivitas fisik yang cukup akan memiliki tingkat kebugaran yang baik,” kata Riskiyana saat jumpa media virtual Anline bertajuk “Membangun Hari yang Lebih Baik dan Sehat dengan Aktivitas Fisik Rutin”, Rabu (7/4 / 2021).

Riskiyana menambahkan, dalam situasi pandemi Covid-19, masyarakat disarankan melakukan aktivitas dari rumah saja. Ini memicu gaya hidup sesaat atau kebiasaan dalam hidup yang tidak melibatkan banyak aktivitas fisik. “Kami tahu gaya hidup itu sesaat berisiko menimbulkan penyakit tidak menular seperti hipertensi, stroke, diabetes, jantung, dan lain-lain, ”ujarnya.

Bahkan dalam situasi pandemi, kata dia, gaya hidup aktif dan sehat tetap harus dijalankan karena berinvestasi pada kesehatan jantung, paru-paru, dan tulang sejak usia dini penting untuk kesejahteraan secara keseluruhan di setiap tahapan kehidupan.

“Untuk melawan gaya hidup sesaat, disarankan untuk melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit per hari 3 sampai 5 kali per minggu. “Aktivitas fisik untuk melawan gaya hidup yang tidak banyak bergerak bisa dilakukan di mana saja, termasuk di rumah saat terjadi pandemi,” jelasnya.

Ketua Umum Persatuan Osteoporosis Indonesia (Perosi) Bagus Putu Putra Suryana mengatakan dalam penelitian lain dijelaskan bahwa orang yang berolahraga rata-rata 92 menit per minggu atau 15 menit sehari secara keseluruhan memiliki penurunan risiko menyebabkan kematian sebesar 14%. dan memiliki harapan hidup 3 tahun. lebih lama. Sedangkan individu yang tidak aktif mengalami peningkatan risiko kematian sebesar 17%. Saat melakukan aktivitas fisik atau berolahraga, jantung akan termotivasi untuk membawa oksigen dan nutrisi, serta meningkatkan sirkulasi darah ke seluruh tubuh, termasuk ke persendian dan tulang.

Jika peredaran darah lancar, lanjutnya, distribusi oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh lebih optimal dan berdampak pada kesehatan secara keseluruhan, guna mencapai salah satu pilar utama ‘Sehat, Aktif dan Bahagia’ untuk mendapatkan kualitas yang lebih baik. kehidupan. Seseorang harus aktif beraktivitas fisik sejak dini dan mengkonsumsi asupan kalsium dan vitamin D yang cukup, sebagai investasi agar tulang cukup kokoh dan tetap optimal hingga usia tua. “Kurangnya gerakan (sesaat), kurang olah raga, atau olah raga tidak teratur juga akan menurunkan tekanan pada tulang, sehingga mengurangi pembentukan tulang baru dan akibatnya meningkatkan resiko pengeroposan tulang atau osteoporosis, ”tambahnya.

Sementara itu, Marketing Manager Anlene Fonterra Brands Indonesia Rhesya Agustine menambahkan selama lebih dari 20 tahun, Anlene bersama Kementerian Kesehatan dan Perosi selalu aktif melakukan edukasi kepada masyarakat tentang kesehatan tulang, sendi dan otot, termasuk ‘Ayo Indonesia Move’. ‘kampanye yang diluncurkan pada 2018 untuk mendukung program pemerintah melawan sesaat. Sejak awal pandemi, pihaknya selalu mendampingi masyarakat agar tetap aktif di rumah melalui rangkaian kegiatan virtual, baik untuk orang dewasa maupun lansia.

Sumber: BeritaSatu.com

Source