Tim DVI mengidentifikasi 29 jenazah penumpang pesawat Sriwijaya yang jatuh

Saat ini, tim DVI berhasil mengidentifikasi lima korban

Jakarta (ANTARA) – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah mengidentifikasi lima jenazah penumpang pesawat terbang Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh, sehingga jumlah jenazah yang teridentifikasi hingga Minggu malam menjadi 29.

“Hari ini tim DVI berhasil mengidentifikasi lima korban,” kata Brigjen. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Jenderal Rusdi Hartono, dalam jumpa pers di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu.

Kelima jenazah yang teridentifikasi tersebut adalah Yunni Dwi Saputri, Iuskandar, Oke Durrotul Jannah, dan Fao Nuntius Zai, bayi berusia 11 bulan. Identitas satu mayat tidak dipublikasikan atas permintaan keluarga, katanya.

“Kita harus menghargai dan menghormati keinginan keluarga. Keluarga ingin agar identitas (kerabat) tidak dipublikasikan. Sekali lagi kita hargai dan hormati (keinginan),” tandasnya.

Rusdi mengatakan kelima jenazah itu bisa diidentifikasi melalui pemeriksaan sampel DNA.

Sebelumnya, tim DVI telah mengidentifikasi 24 jenazah penumpang pesawat Sriwijaya Air yang jatuh.

Ke 24 jenazah yang teridentifikasi adalah Okky Bisma, Khasanah, Fadly Satrianto, Asy Habul Yamin, Indah Halimah Putri, Agus Minarni, Ricko, Ihsan Adhlan Hakim, Mia Trasetyani, Yohanes Suherdi, Pipit Priyono, Supianto, Toni Ismail, Dinda Amelia, Isti Yudha Prastika , Putri Wahyuni ​​dan Rahmawati, Makrufatul Yeti, Rosi Wahyuni, Rizki Wahyudi, Nelly, Beben Sopian, Arifin Ilyas, dan Arneta Fauzia.

Hingga Jumat (15/1) lalu, tim DVI telah menerima sampel DNA seluruh penumpang pesawat Sriwijaya Air penerbangan SJ-182 yang jatuh.

“Total sampel DNA untuk 62 korban sudah kami terima sebanyak 140. Makanya, seluruh korban sudah kami terima sampel DNA-nya,” kata Hartono, Jumat.

Berdasarkan manifes, pesawat itu memiliki 50 penumpang dan 12 awak di dalamnya. Dari total penumpang, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi.

Penerbangan Sriwijaya Air SJ-182 dengan nomor registrasi PK-CLC hilang kontak pada 9 Januari 2020 pukul 14:40 WIB tak lama setelah lepas landas dan jatuh antara Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu. , DKI Jakarta. Pesawat itu berangkat dari Jakarta menuju Pontianak.

Berita terkait: Tim DVI Polri menerima 188 kantong jenazah dari SJ 182 naas
Berita terkait: Boeing ikut serta dalam identifikasi puing pesawat Sriwijaya Air
Berita terkait: Tim pencari Prioritaskan Temuan CVR Sriwijaya Air SJ-182: Basarnas

Source