Tiga Terminal Bus AKAP DKI Ditutup Selama Larangan Mudik

Jakarta, CNN Indonesia –

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Menutup tiga terminal bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) selama pelarangan mudik, yakni Terminal Kampung Rambutan, Terminal Kalideres, dan Terminal Tanjung Priok. Sementara itu, Pemprov DKI masih membuka layanan bus AKAP di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur selama masa larangan mudik.

“Untuk larangan mudik, pembahasan terakhir di Jakarta, dari empat terminal yang saat ini berfungsi sebagai terminal AKAP, rencananya hanya dioperasikan oleh Terminal Pulogebang, selebihnya belum ada layanan AKAP,” kata Kepala DKI. Dinas Perhubungan Jakarta, Syafrin Liputo di Gedung DPRD DKI. Jakarta, Rabu (7/4).

Syafrin menjelaskan, pengoperasian bus AKAP di Terminal Pulogebang juga akan berjalan sangat ketat. Penumpang yang dapat menggunakan bus AKAP juga dipilih secara ketat.

“Apakah terkait dengan kebutuhan yang mendesak, misalnya ada keluarga yang berduka, ada yang sakit, dan lain sebagainya. Tentu ini akan sangat selektif,” kata Syafrin.

Syafrin mengaku, pihaknya masih menunggu kebijakan lebih lanjut dari Kementerian Perhubungan terkait ketentuan dan regulasi terkait larangan mudik. Menurutnya, saat ini hal tersebut masih dalam tahap perumusan.

Namun, dia berharap dalam waktu dekat aturan larangan mudik segera terbit. Hal ini dimaksudkan agar pemerintah dapat memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait pelarangan tersebut.

“Sehingga sebelum pelarangan mudik pada 6 Mei, kita bisa melakukan sosialisasi secara masif kepada seluruh masyarakat, agar masyarakat memahami urgensi pelarangan mudik,” ujarnya.

Sementara itu, Syafrin mengatakan saat ini pihaknya masih membahas ketentuan lain dalam larangan mudik. Pihaknya masih menunggu regulasi dari Kementerian Perhubungan.

“Tentunya Pemprov DKI Jakarta akan mendukung penuh larangan mudik, karena penutupan jalan secara keseluruhan dilakukan oleh kepolisian. Pemprov DKI Jakarta akan mendukung penuh,” jelas Syafrin.

Syafrin juga menyatakan, pihaknya tidak membahas aturan terkait Surat Izin Keluar dan Masuk (SIKM) terkait larangan mudik bersama Kementerian Perhubungan.

“SIKM tidak ada pembahasannya, karena pelaksanaannya dilakukan sepenuhnya, dilakukan isolasi oleh polisi dan dibantu unsur Pemprov DKI dan TNI,” ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah melarang mudik Lebaran pada 6-17 Mei 2021. Kebijakan larangan mudik ini memperhitungkan risiko penularan Covid-19 yang tinggi. Masyarakat diminta untuk tidak bepergian selama pelarangan.

(dmi / ugo)

[Gambas:Video CNN]


Source