Tiga orang di Surabaya ditangkap karena diduga menjual ratusan hasil rapid test palsu kepada penumpang kapal

Polisi di ibu kota Jawa Timur Surabaya telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka atas dugaan pemalsuan hasil tes cepat palsu untuk penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak.

Para tersangka diidentifikasi sebagai MR 55 tahun, BS 35 tahun, dan SH 46 tahun. Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Ganis Setyaningrum mengatakan MR merupakan pemilik biro perjalanan sedangkan BS menjabat sebagai miliknya calo (perantara) dan SH bertindak sebagai pegawai Puskesmas (Puskesmas) yang ditempatkan di pelabuhan.

“Keuntungan penjualan hasil rapid test palsu yang kami sita hanya Rp5,7 juta (US $ 400,74), selebihnya sudah digunakan tersangka,” Ganis kata kemarin.

Polisi juga menemukan dari formulir izin tersangka bahwa puskesmas pelabuhan mengeluarkan persyaratan untuk membeli tiket. Formulir tersebut, kata Ganis, hanya dikeluarkan untuk penumpang yang sudah menunjukkan hasil rapid test-nya.

Sejak memulai operasinya pada September, para tersangka mengatakan mereka telah menjual ratusan hasil tes cepat palsu kepada penumpang yang berangkat ke Ambon, Maluku, serta provinsi Kalimantan dan Papua. Penumpang membayar Rp100.000 (US $ 7) untuk mendapatkan hasil non-reaktif tanpa harus menjalani prosedur tes cepat yang sebenarnya.

Polisi mengatakan mereka masih menyelidiki kasus tersebut untuk kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Ketiga tersangka saat ini ditahan di Polsek Pelabuhan Tanjung Perak, dan dapat didakwa melanggar pasal pemalsuan dokumen di bawah hukum pidana Indonesia (KUHP), yang memuat hukuman maksimal enam tahun.

Kejahatan ini sangat memprihatinkan, mengingat bahwa penumpang dengan hasil tes palsu ini sebenarnya mungkin membawa virus dan berpotensi menularkannya ke dalam pesawat atau di tempat tujuan.

Baca juga:

Satgas COVID-19 Indonesia meminta orang-orang untuk menjalani tes di tempat lain jika mereka ingin menghindari antrian panjang di bandara

Hasil tes cepat antigen negatif hanya berlaku selama 3 hari, aturan baru untuk pelancong liburan akhir tahun di Jawa

Dapatkan berita bisnis, politik, dan budaya terpenting dari seluruh nusantara yang dikirim langsung ke kotak masuk Anda bersama Indonesia Intelligencer.

Daftar sebelum Natal untuk uji coba gratis 60 hari!

Source