Terseret Isu Bantuan Sosial Menteri Sosial Juliari, Saham Sritex Jatuh!

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga saham emiten tekstil PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) tiba-tiba turun ke zona merah pada awal sesi perdagangan I, Senin (21/12/2020).

Data perdagangan mencatat, saham SRIL minus 1,41% di level Rp 280 / saham pada pukul 11.10 WIB. Nilai transaksinya mencapai Rp 21,47 miliar dengan volume perdagangan 77,60 juta saham.

Dalam seminggu saham SRIL naik 16%, sebulan juga naik 18%, dan dalam 6 bulan melejit 53% dengan kapitalisasi pasar Rp 5,73 triliun.

Salah satu isu yang menjadi sentimen negatif di pasar adalah beredarnya kabar perusahaan memproduksi tas bansos atas rekomendasi Gibran Rakabuming, putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ikut berlaga di Pilkada Walikota Solo, basis produksi Sritex.

Di media sosial, Gibran berkontribusi dalam pemilihan Sritex untuk membuat tas bansos pandemi COVID-19. Sritex juga membantah kabar tersebut.

“Tidak benar,” kata Head of Corporate Communication Sritex Joy Citradewi, dikutip Detik.com, Senin (21/12/2020).

Sebelumnya, KPK mendakwa Juliari Batubara sebagai tersangka kasus pandemi paket bansos Covid-19. Ia dijerat bersama empat orang lainnya, yakni Matheus Joko Santoso, Adi Wahyono, Ardian IM, dan Harry Sidabuke.

Dua nama pertama adalah pejabat pembuat komitmen atau PPK di Kementerian Sosial. Sedangkan dua nama berikutnya adalah pihak swasta sebagai vendor pengadaan bansos.

KPK menduga Juliari mendapat jatah Rp 10 ribu dari setiap bungkus sembako senilai Rp. 300 ribu per paket. Total KPK mencurigai Juliari Batubara menerima Rp. 8,2 milyar dan Rp. 8,8 miliar.

[Gambas:Video CNBC]

(tas tas)


Source