Terpilih Jadi Ketua Umum PPP, Suharso Cegah Pengurus DPP Jadi Calon Pemilu 2024

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Suharso Monoarfa, langsung heboh usai terpilih menjadi ketua umum partai berlambang Ka’bah itu.

Terobosan itu berupa pelarangan seluruh kader yang duduk di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) menjadi caleg pada Pemilu 2024.

Langkah ini diambil Suharso agar kader-kader yang bekerja di DPP bisa berkonsentrasi melakukan pekerjaan elektoral.

“Yang akan direkrut untuk duduk sebagai penanggung jawab pemilu tidak boleh jadi caleg, tidak bisa jadi caleg. Selama ini masyarakat mau masuk DPP supaya bisa paspor untuk jadi calon anggota DPR, kata Suharso saat memberikan sambutan pada penutupan Kongres PPP IX. 2020 seperti dilansir saluran Youtube Petiga TV, Minggu (20/12/2020).

Baca juga: Profil Suharso Monoarfa, Ketua Umum PPP Terpilih 2020-2025

Larangan ini merupakan upaya Suharso untuk mengubah cara pandang seseorang yang selalu beranggapan bahwa kader-kader yang menduduki jabatan di DPP akan dengan mudah mendapatkan rekomendasi untuk mengikuti kontestasi politik.

Tak tanggung-tanggung, larangan ini tidak hanya berlaku bagi mereka yang ingin bertarung di DPR RI, tetapi juga berlaku di DPRD provinsi hingga DPRD kabupaten / kota.

“Kita akan punya 20 jenderal (panitia pusat). Jadi, 20 orang yang ada di DPP, tidak bisa jadi calon anggota legislatif DPR RI, DPR Provinsi, DPR Kabupaten / Kota. Salah satu tugasnya adalah urusan pemilu. Setuju ?, “kata Suharso. .

“Setuju,” jawab seribu kader.

Selain itu, ia juga mengadopsi kebijakan ini sebagai upaya mendongkrak suara PPP pada Pemilu 2024.

Baca juga: Suharso Incar 11 Juta Suara untuk PPP pada Pemilu 2024

Pada partai demokrasi mendatang Suharso menargetkan perolehan suara sebanyak 11.395.001 suara.

Targetnya hanya satu suara lebih banyak dari perolehan 11.395.000 pada Pemilu 1999.

Ia ingin kader PPP yang akan menduduki jabatan di DPP harus fokus pada pekerjaan elektoral untuk merealisasikan target tersebut.

“Jadi kerja elektoral ini tidak bisa dihindari, kita harus konsentrasi,” katanya.

Kongres yang berlangsung di Makassar, Sulawesi Tengah, pada 18-21 Desember 2020 diputuskan secara aklamasi Suharso sebagai Ketua Umum PPP 2020-2025.

Setelah aklamasi diputuskan, ketua sidang pemilihan umum langsung mengangkat Suharso sebagai ketua umum terpilih.

Suharso segera bergerak cepat dengan menunjuk sejumlah rekannya sebagai tim formasi untuk merumuskan kerangka kerja pengelolaan KPBU lima tahun ke depan.

Tim pembentuk terdiri dari 13 orang dengan rincian 1 ketua umum, 4 perwakilan DPP, dan 8 perwakilan DPW.

Source