Ternyata Hal Ini Bikin Investor Cemas, IHSG Tak Beranjak

Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa saham Indonesia dalam dua hari perdagangan cenderung bergerak tidak tentu. Sempat hijau pada saat pembukaan, namun mengalami tekanan dari pertengahan perdagangan hingga penutupan.

Hal yang sama terjadi pada perdagangan kemarin, Senin (22/3/2021). Dan hari ini, IHSG dibuka menguat 0,64%, namun di sesi pertama terkoreksi 0,19 dan terus melemah menjelang penutupan.

Riset Panin Sekuritas menyebutkan hal itu disebabkan pelaku pasar bersikap konservatif terkait potensi pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang diperkirakan meningkat dalam beberapa bulan ke depan sejalan dengan pernyataan Joe Biden yang menyiapkan stimulus sebesar US $ 3 triliun. .

Dalam penelitiannya, Panin Sekuritas mengatakan kejadian yang sama terjadi di bursa regional yang cenderung bergerak mixed. Penurunan yield obligasi AS masih dipantau pelaku pasar dan menunggu perkembangan pertemuan Jerome Powell dan Janet Yellen membahas kebijakan ekonomi terkait krisis pandemi Covid-19, tulis riset Panin Sekuritas siang ini.

Selain itu, perdagangan di pasar reguler mencatat total nilai transaksi sebesar Rp. 5,8 triliun di sesi I. Nilai ini cenderung tenang seiring aksi jual investor asing sebesar Rp. 1,49 triliun dan penjualan Rp. 1,57 triliun. Sehingga asing mencatatkan net sell senilai Rp 75 miliar.

Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah turun. Ini menunjukkan bahwa pelaku pasar beralih ke aset berisiko. Hal ini sejalan dengan para pelaku pasar yang mencari instrumen keuangan yang jauh lebih tinggi sejalan dengan ekspektasi inflasi ke depan yang lebih tinggi.

[Gambas:Video CNBC]

(hps / hps)


Source