Tenang, Masih Bisa Cuan Jelang Natal, Saham Ini Jadi Sasaran ‘Window Dressing’

JAKARTA, investor.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan menguat secara terbatas menjelang libur Natal. IHSG diperkirakan akan bergerak pada kisaran 6.000-6.188. Tindakan ganti jendela diyakini masih terjadi di sejumlah saham berkapitalisasi besar (topi besar).

Penutup jendela masih bisa terjadi pada saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), dan saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) hingga akhir tahun ini, kata analis Panin. Wiliam Hartanto Securities kepada Investor Daily, Minggu (20/12).

Selama sepekan terakhir, IHSG naik 2,8% ke level 6.104,3 dibandingkan minggu sebelumnya di level 5.938,3. Hal tersebut membuat kapitalisasi pasar bursa selama sepekan juga meningkat 2,78% menjadi Rp 7.101,9 triliun dari Rp 6.910,1 triliun pada pekan sebelumnya. Namun, investor asing membukukan penjualan bersih (penjualan bersih) Rp 2,67 triliun pada perdagangan Jumat (18/12). Hasilnya, total penjualan bersih selama tahun ini meningkat menjadi Rp. 47,05 triliun.

Sementara itu, Analis PT Phillip Sekuritas Anugerah Zamzami mengatakan investor akan memantau perkembangan lebih lanjut terkait stimulus AS. Selain itu, faktor eksternal lainnya, seperti perkembangan negosiasi perdagangan Inggris pasca Brexit dengan Uni Eropa, juga diterima.

Sejumlah data ekonomi global masih ditunggu, seperti laju pertumbuhan ekonomi AS dan Inggris untuk kuartal III 2020. Sementara di China, investor akan mencermati rencana People’s Bank of China (PBoC), yaitu mempertimbangkan untuk menarik stimulus saat ekonomi pulih. “Kasus baru Covid-19 di dunia tetap menjadi perhatian,” kata Zamzami.

Sebagai informasi, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengumumkan pemberlakuan tersebut kuncitara selama 5 hari perayaan natal sejak Sabtu (11/12). Negara Eropa lainnya, seperti Jerman, sudah memutuskan kuncitara selama 16 Desember 2020-11 Januari 2021. Hal yang sama terjadi di Belanda.

Sementara itu, pemerintah Indonesia mengambil langkah parsial untuk membatasi pergerakan warga menjelang libur Natal dan Tahun Baru. Pemerintah telah memangkas hari libur menjadi hanya tiga hari, 28-30 Desember, untuk menghilangkan pesta tahun baru di sejumlah kota besar, termasuk Jakarta.

Zamzami memprediksi, IHSG akan bergerak di kisaran 6.061-6.164 selama sepekan ini. Ia merekomendasikan saham ASII dan saham emiten ritel seperti PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dan PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES).

Secara terpisah, Kepala Riset Praus Capital Alfred Nainggolan mengatakan melihat potensi penguatan saham chip biru Seperti saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) pekan ini. Pasalnya, kinerja saham-saham tersebut dari sisi masih negatif sejauh tahun ini.

“Meski ada stok chip biru yang sudah kembali bahkan melebihi posisi di awal tahun 2020, namun ternyata masih banyak yang negatif. Ini bisa dilihat sebagai ruang untuk penguatan, ”jelas Alfred.

Ia optimistis IHSG bisa berakhir di level 6.100 pada akhir tahun ini. Jika dihitung, rapat umum IHSG sejak awal Desember sudah lebih dari 8%. Dengan demikian, penguatan IHSG menjelang akhir tahun berpotensi terbatas.

Editor: Jauhari Mahardhika ([email protected])

Source