Tegas, BIN Sebut FPI untuk Sebarkan Hoax

Ilustrasi. Laskar FPI. Foto: Ricardo

jpnn.com, JAKARTA – Badan Intelijen Negara (BIN) menuding Front Pembela Islam (FPI) menyebarkan hoax terkait pemberitaan keberadaan anggota lembaga dengan nama sandi itu diamankan.

Menurut Deputi VII BIN BIN Wawan Hari Purwanto, klaim FPI itu tidak benar.

“Baru-baru ini beredar kabar bahwa tiga anggota BIN ditangkap FPI. Ini semua hoax. Tidak ada nama anggota BIN seperti diberitakan FPI. Semuanya yang disebut FPI jelas bukan anggota BIN alias anggota BIN palsu,” ucapnya. Wawan via layanan. pesan ke JPNN.Com, Minggu (20/12).

Wawan juga mengatakan BIN tidak melakukan operasi spionase berkode Delima untuk memata-matai FPI. Menurutnya, tidak ada urgensi BIN mengikuti Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab di Pondok Pesantren Megamendung atau kediaman keluarganya di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Mantan rektor Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) itu menegaskan, BIN bisa langsung menemui Rizieq tanpa harus memata-matai dirinya.

Selain itu, kata Wawan, kartu anggota yang dibawa oleh tiga orang yang mengaku sebagai anggota BIN juga palsu.

“Tidak seperti BIN aslinya. Banyak yang mengaku menjadi anggota BIN di berbagai daerah di Indonesia. Banyak juga yang divonis di pengadilan,” lanjutnya.

Menurut Wawan, anggota BIN yang melakukan operasi tersebut tidak pernah membawa KTP. Wawan juga menegaskan, tidak ada wakil BIN seperti yang dituduhkan FPI.

Source