Tania Ayu menyindir sekitar Rp. 75 juta

Jakarta

Polisi menangkap seorang wanita atas tuduhan prostitusi di kalangan artis. Wanita itu kabarnya berinisial TA.

Banyak yang kemudian menyeret nama Tania Ayu ke dalam kasus tersebut. Meski belum ada jawaban dari orang yang bersangkutan apakah dirinya terlibat atau tidak, netizen sepertinya terus membuat sindiran.

Seperti yang terjadi hari ini, Minggu (20/12/2020), Tania Ayu disindir banyak netizen. Awalnya, ia mengunggah foto dengan caption kalimat bijak.

Tania Ayu berbicara tentang refleksi diri di depan cermin.

“Jangan terlalu menganggap serius cermin, cerminan sejati ada di hatimu. # Happyweekend,” tulis Tania Ayu.

Sayangnya, netizen langsung berkomentar miring. Mereka lantas menyindir kasus prostitusi yang kabarnya membutuhkan mahar hingga Rp. 75 juta.

“Brp? 75 juta mahal banget,” tulis seorang netizen.

“Aku menabung lagi biar bisa kumpulkan 75 juta… tolong tunggu ya Dik,” sahut yang lain.

Meski begitu, banyak netter yang mencoba menyemangati Tania Ayu. Mereka kemudian tidak memojokkan selebriti itu atas kasus tersebut.

“Tetap semangat, kami sayang kamu,” tulis seorang netizen.

“Teh yang sangat indah,” kata netizen.

Sebelumnya, seorang artis kembali ditangkap polisi karena diduga melakukan prostitusi. Kali ini menimpa seorang tokoh masyarakat berinisial TA.

Kini ada kabar baru tentang penangkapan seorang artis TA. Ia rupanya memiliki rate yang fantastis bagi mereka yang ingin berkencan dengannya.

“TA ini kita dapat informasinya, ini Rp 75 juta,” kata Kabag Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Jumat (18/12). / 2020

Menurut Erdi, biaya tersebut untuk satu kali kencan dengan TA. Durasi kencan dengan pria hidung belang ini dilakukan sepanjang hari.

“Itu untuk kencan,” katanya.

Polisi juga mengungkap kasus prostitusi online yang melibatkan artis TA. Sejumlah barang bukti disita polisi dari pengungkapan tersebut.

“Kami menemukan bukti prostitusi online, antara lain laptop, buku rekening, kunci, kartu kredit atau ATM, dan beberapa telepon seluler,” kata Erdi.

(dar / dar)

Source