Tangisan Rizieq Diakhiri dengan Jawaban Ringkas untuk Kerumunan Spontan

Jakarta, CNN Indonesia –

Mantan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab kembali ke kasus persidangan kerumunan Megamendung, Kabupaten Bogor di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Senin (19/4).

Agenda persidangan adalah pemeriksaan terhadap 4 orang saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Mereka antara lain Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor Agus Ridhallah dan Camat Megamendung Endi Rismawan.

JPU juga menghadirkan Kepala Bidang Pengendalian dan Operasi Satpol PP Kabupaten Bogor Teguh Sugiarto dan Kasie Trantib Satpol PP Bogor, Iwan, relawan.

Dalam peristiwa keramaian yang berlangsung pertengahan November tahun lalu itu, sejumlah saksi menyebutkan ada sebanyak 3.000 orang.

Berikut ringkasan persidangan pemeriksaan saksi dalam kasus kerumunan Megamendung dengan terdakwa Rizieq Shihab.

Kasatpol PP Sebut Rizieq melanggar Prokes

Dalam keterangannya, Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor Agus Ridhallah mengatakan Rizieq telah melanggar tata tertib kesehatan di tengah keramaian di Megamendung.

Saat itu, sebanyak 3.000 orang berkumpul untuk menyambut Rizieq. Mantan pentolan FPI itu sendiri ingin merintis pendirian Pondok Pesantren Markaz Syariah di Desa Kuta, Megamendung.

Menurut Agus, di kerumunan itu banyak orang yang tidak memakai topeng. Tempat cuci tangan tidak disediakan. Selain itu, kerumunan tidak menjaga jarak satu sama lain.

“Acara ada 3 ribu orang. Padahal, batasnya hanya 160 orang,” kata Agus.

Setelah itu, Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor melakukannya tes cepat dan ditemukan 36 reaktif.

Pihaknya pun mengaku tidak bisa melakukannya tes cepat kepada siswa di Markaz Syariah. Pasalnya, pengurus pesantren menyatakan pernah menjalaninya tes cepat Deteksi Covid-19.

Camat Disebut Kasus Positif Meningkat 1 Setelah Kerumunan

Camat Megamendung Endi Rismawan mengatakan, setelah massa Rizieq bertambah, tambahan kasus positif Covid-19 di wilayahnya hanya bertambah 1.

Ini adalah hasil uji usap metode PCR yang dilakukan di tingkat kecamatan. Sebelumnya, sebanyak 20 orang dinyatakan reaktif.

“Tingkat kecamatan sedang melakukan rapid test. Ada 20 yang reaktif. Tapi setelah PCR baru 1 orang yang positif,” kata Endi.

Saksi Ringkas Disebut Kerumunan Spontan

Saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum menyatakan bahwa massa yang berkumpul di sepanjang jalur Gadog menuju Kuta, tempat Pondok Pesantren Rizieq Markaz Syariah berada, datang secara spontan.

Jawabannya muncul di tengah persidangan, dimulai dengan pertanyaan Rizieq kepada para saksi tentang ada tidaknya undangan resmi menghadiri acara di Pondok Pesantren Markaz Syariah.

Keempat saksi setuju bahwa tidak ada. Mereka mengaku hanya mengetahui ada pesan lewat Whatsapp yang menginformasikan kedatangan Rizieq. Tapi mereka tidak tahu sumber pesannya.

Rizieq juga menanyakan apakah ada pihak yang mengerahkan massa untuk datang ke Megamendung. Padahal, pihaknya tidak mendistribusikan undangan dan menurutnya agenda tersebut hanya diikuti oleh pihak internal.

Para saksi mengatakan tidak ada. Kerumunan itu, menurut saksi, berkumpul secara spontan.

“Mereka datang secara spontan, ada (plat) A, B, C, kebanyakan naik sepeda motor dan jalan kaki,” kata saksi dari Kepala Bidang Pengendalian dan Operasi Satpol PP Kabupaten Bogor Teguh Sugiarto.


Bantahan Rizieq Shihab hingga pertanyaan juri soal massa

BACA HALAMAN BERIKUTNYA


Source