Tajir, Ini Daerah Penghasil Migas Terbesar RI!

Jakarta, CNBC Indonesia – Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Asteran Primanto Bhakti mengatakan Sumatera merupakan penghasil minyak dan gas (migas) dan mendapat alokasi Dana Bagi Hasil (DBH) migas terbesar pada 2021.

Pendapatan DBH migas di Sumatera pada tahun 2021 mencapai Rp3,7 triliun. Rinciannya, jumlah tersebut terdiri dari 39 daerah penghasil migas yang menerima DBH migas sebesar Rp 2,4 triliun. Kemudian 94 daerah penghasil nonmigas dengan alokasi DBH Rp 1,3 triliun.

“Pulau Sumatera memiliki jumlah daerah penghasil migas terbesar dan alokasi DBH migas yaitu 39 daerah dan Rp 3,7 triliun,” ujarnya dalam webinar ‘Memahami Dinamika DBH Migas’, Selasa ( 20/04/2021).

Dijelaskannya, dalam penghitungan alokasi DBH migas, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan memberikan data lifting migas dan jenis minyak dari masing-masing daerah. . Data tersebut berasal dari masing-masing produsen migas atau Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

“Kemudian Dirjen Anggaran akan memberikan data PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak). Sekarang akan dihitung. Ini semua ada rumusnya, DBH migas sangat kaku, “jelasnya.

Setelah Sumatera, imbuhnya, Jawa akan menyusul sebagai daerah penghasil migas yang mendapat DBH terbesar kedua pada 2021. Jumlahnya mencapai Rp 3,5 triliun. Rinciannya, jumlah daerah penghasil 19 dan alokasi DBH migas mencapai Rp. 2,3 triliun dan sebanyak 85 daerah non penghasil menerima DBH migas sebesar Rp. 1,2 triliun.

Selanjutnya, Kalimantan dengan total alokasi DBH migas yang didapat sekitar Rp. 463,4 miliar. Rinciannya, jumlah daerah penghasil 15 daerah dengan alokasi DBH Rp. 364,7 miliar. Kemudian ada 31 daerah non penghasil dengan alokasi DBH Rp. 98,7 miliar.

Kemudian Sulawesi, total DBH migas yang didapat adalah Rp. 241,8 miliar. Rinciannya, ada 3 daerah penghasil dengan alokasi DBH migas Rp 103,3 miliar dan 36 daerah bukan penghasil dengan alokasi DBH migas Rp 138,5 miliar.

Terakhir, Papua Maluku dengan total alokasi DBH migas yang didapat sebesar Rp 147,3 miliar. Rinciannya, ada 4 daerah penghasil dengan alokasi DBH migas diperoleh Rp. 21,8 miliar dan 22 daerah non penghasil dengan DBH migas Rp. 125,5 miliar.

[Gambas:Video CNBC]

(wia)


Source