Taiwan melaporkan serangan terbesar oleh angkatan udara China

ILUSTRASI. Tentara memuat roket pelatihan ke dalam pod helikopter serang AH-64E Apache selama latihan militer ‘Combat Readiness Week’ di Hsinchu, Taiwan. REUTERS / Ann Wang

Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – TAIPEI. Sekitar 25 pesawat angkatan udara China, termasuk pesawat tempur dan pembom berkemampuan nuklir memasuki zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) Taiwan pada hari Senin, menurut pemerintah Taiwan. Serangan ini merupakan serangan terbesar yang dilaporkan hingga saat ini.

Mengutip Reuters, Senin (12/4), meski belum ada komentar langsung dari Beijing, kabar itu muncul setelah Departemen Luar Negeri AS Jumat lalu mengeluarkan pedoman baru yang memungkinkan pejabat AS lebih leluasa bertemu dengan pejabat Taiwan, memperdalam hubungan dengan Taipei.

Taiwan juga mengklaim China telah mengeluh selama beberapa bulan terakhir tentang misi berulang oleh angkatan udara China di dekat pulau yang diperintah sendiri, terkonsentrasi di bagian barat daya zona pertahanan udaranya dekat Kepulauan Pratas yang dikendalikan Taiwan.

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan misi terbaru China melibatkan 14 jet tempur J-16 dan empat J-10, serta empat pembom H-6K, yang dapat membawa senjata nuklir, dua pesawat anti-kapal selam, dan satu pesawat peringatan dini.

Baca juga: Di tengah ketegangan dengan China, Filipina dan Amerika menggelar latihan militer

Itu adalah serangan harian terbesar sejak kementerian mulai secara teratur melaporkan aktivitas Angkatan Udara China di ADIZ Taiwan tahun lalu.

Kementerian menambahkan bahwa pesawat tempur dikirim untuk mencegat dan memperingatkan pesawat China, sementara sistem rudal juga dikerahkan untuk memantau mereka.

Semua pesawat China telah terbang di daerah yang dekat dengan Kepulauan Pratas, menurut peta yang disediakan oleh kementerian.

China di masa lalu menggambarkan misi semacam itu seperti melindungi kedaulatan nasional dan menangani “kolusi” antara Taipei dan Washington.

Amerika Serikat, yang seperti kebanyakan negara tidak memiliki hubungan diplomatik formal dengan Taiwan, telah menyaksikan dengan hati-hati peningkatan ketegangan dengan Beijing.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan pada hari Minggu bahwa Amerika Serikat prihatin tentang tindakan agresif China terhadap Taiwan dan memperingatkan itu akan menjadi “kesalahan serius” bagi siapa pun yang mencoba mengubah status quo di Pasifik Barat dengan paksa.

China menggambarkan Taiwan sebagai masalah teritorial paling sensitif dan garis merah yang tidak boleh dilintasi Amerika Serikat. Ia tidak pernah mengabaikan kemungkinan menggunakan kekerasan untuk memastikan penyatuan akhirnya.




Source