Sungguh memalukan, petugas polisi ini diduga mengancam dan memeras seorang wanita

Pelaku pemerasan ditangkap polisi. Ilustrasi foto: doc.JPNN.com

jpnn.com, DENPASAR – Seorang anggota polisi berinisial RC harus berurusan dengan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimsus) Polda Bali karena dikabarkan ada perempuan berinisial MIS.

RC diduga melakukan pemerasan terhadap korban MIS yang memberikan layanan kencan melalui aplikasi MiChat.

Dirreskrimum Polda Bali Kombes Pol Dodi Rahmawan saat dikonfirmasi mengatakan, kasus dugaan pemerasan sedang diselidiki jajarannya.

“Memang benar (dikabarkan polisi aktif di Polda Bali), ini posisi BA Identification Unit Bareskrim Polda Bali. Diduga telah melakukan ancaman, pemerasan dan kopulasi terhadap perempuan BO terbuka dengan berinisial MIS, “kata Kombes Dodi di Denpasar, Sabtu (19/12).

Menurut Dodi, Polda Bali sudah melakukan pemeriksaan awal terhadap korban.

Polisi juga mendampingi korban saat diinterogasi di Subdirektorat Paminal Polda Bali, yang berujung pada laporan polisi No. LP / 458 / XII / 2020 / Bali / SPKT tanggal 18 Des 2020 di SPKT Polda Bali.

Selain itu, petugas juga mengawal korban untuk melakukan visum ke RS Bhayangkara Denpasar beserta tahapan pelaporan lainnya.

“Tepat pada Sabtu, 19 Desember 2020 dilanjutkan penyidikan dengan pengecekan TKP dan pengurusan TKP didampingi oleh pihak Propam Polda Bali, dan korban didampingi oleh PPA,” jelas Kombes Dodi.

Selanjutnya, jajarannya melakukan pemeriksaan saksi-saksi saat kejadian dan menyita barang bukti.

Sementara itu, Charlie Usfunan selaku kuasa hukum yang mendampingi korban MIS mengatakan bahwa dari proses ke SPKT ada tiga pasal yang terpenuhi, yaitu pasal 368 KUHP tentang pemerasan, pasal 369 KUHP tentang ancaman dan pasal 285 KUHP. KUHP tentang pemerkosaan.

“Tadi TKP awal didampingi PPA, untuk memperkuat alat bukti yang diberikan,” kata Charlie.

Dijelaskannya, tiga pasal yang memenuhi unsur tersebut adalah pasal 368 tentang pemerasan yang terbukti saat RC mengambil ponsel korban.

Source