Studi: Setiap tahun Bumi dihujani 5.200 ton debu dari luar angkasa

KOMPAS.com – Tanpa disadari, Bumi terus-menerus dihujani debu dalam jumlah besar dari luar angkasa.

Namun, mengingat ukurannya yang mikroskopis, sangat sulit untuk mendapatkan perkiraan yang akurat tentang berapa banyak sebenarnya debu yang berasal dari luar angkasa.

Seperti dikutip dari Science Alert, Senin (12/4/2021), debu antariksa, yang disebut mikrometeorit, tidak lebih besar dari sebagian kecil militer. Debu akan jatuh seperti bulu dari komet dan asteroid yang lewat.

Baca juga: NASA Jepret Foto Debu Setan di Permukaan Mars, Ada Apa?

Sekarang, setelah dua dekade mengumpulkan bukti debu di Antartika, tim ilmuwan internasional mengetahui berapa banyak debu yang jatuh di Bumi.

Menurut mereka, setidaknya ada 5.200 ton mikrometeorit yang lebih kecil dari 700 mikrometer (0,7 milimeter) yang jatuh ke Bumi setiap tahun.

Atmosfer bumi sebenarnya dipenuhi dengan segala jenis debu. Sebuah penelitian tahun lalu menemukan bahwa sekitar 17 juta metrik ton debu kasar berhembus di atmosfer pada waktu tertentu.

Untuk mengetahui dari mana asal debu tersebut, tim peneliti melakukan penelitian di stasiun Concordia Dome C di Antartika.

Mereka kemudian mengidentifikasi total 1.280 mikrometeorit tak meleleh dan 808 bola kosmik (batuan angkasa cair) dengan massa di bawah 350 mikrogram, memungkinkan mereka menghitung kecepatan partikel-partikel ini yang turun ke permukaan.

Kemudian, dengan perhitungan di seluruh dunia, tim peneliti kemudian menyimpulkan bahwa ada sekitar 1.600 ton mikrometeorit dan 3.600 ton bola kosmik mencapai permukaan bumi setiap tahun. Totalnya 5.200 ton per tahun.

Bagian selanjutnya dari penelitian ini adalah analisis debu untuk menentukan asalnya berdasarkan kepadatan butir.

Kepadatan yang lebih rendah dan porositas yang lebih tinggi menunjukkan bahwa debu tersebut berasal dari komet.

Sedangkan kepadatan yang lebih tinggi dan porositas yang lebih rendah menunjukkan adanya debu dari meteorit.

Tim memperkirakan bahwa sekitar 80 persen debu kosmik yang mencapai permukaan bumi dikeluarkan dari komet saat mereka memperbesar perjalanan orbitnya.

Baca juga: Ini Bentuk Debu Asteroid Jika Dilihat Dengan Mikroskop

Dari pemodelan, ilmuwan juga menemukan bahwa total massa debu kosmik yang dihasilkan sebelum memasuki atmosfer adalah sekitar 15.000 ton. Namun, alasan perbedaan besaran angka-angka tersebut masih belum jelas.

Namun, satu kemungkinan alasannya adalah kemampuan kami yang terbatas untuk mendeteksinya. Selain itu, ada juga kemungkinan debu menghilang dalam proses masuk ke atmosfer bumi.

Alasan ketiga, bisa jadi debu di sekitar bumi tidak sebanyak yang kita kira.

Menemukan di mana debu ini berada dapat membantu mengungkap sejarah Bumi. Ilmuwan dapat mengetahui peran debu kosmik dalam mengirimkan molekul air dan karbon ke Bumi pada masa-masa awal Tata Surya.

Penelitian ini telah dipublikasikan di Surat Ilmu Bumi dan Planet.

Baca juga: Siapkan Koloni, Badan Antariksa Eropa Buat Oksigen dari Debu Bulan

Source