Siapa Di Balik OSO Sekuritas yang lisensinya dicabut Bursa?

Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa Efek Indonesia (IDX) akhirnya mencabut Surat Persetujuan Anggota Bursa (SPAB) dimiliki oleh PT OSO Sekuritas Indonesia. Pencabutan SPAB ini berlaku mulai 5 Februari hari Jumat ini.

Lalu siapa di belakang pemegang saham OSO Sekuritas?

Situs resmi IDX tidak lagi mencantumkan broker ini berkode AD sebagai Anggota Bursa (AB).

Situs resmi OSO Sekuritas mencatat, perusahaan ini merupakan perusahaan swasta (lokal) yang memiliki izin usaha sebagai Penjamin Emisi Efek dan Perantara Pedagang Efek.

Kegiatan usaha ini telah berdiri sejak tahun 1988 (sebelumnya menggunakan nama PT Kapita Sekurindo).

OSO Sekuritas Indonesia telah ada selama lebih dari 30 tahun. Pengalaman panjang kami membuktikan bahwa kami mampu bersaing dan bersaing dengan perusahaan sekuritas lainnya. Dengan pengalaman, kerja keras dan tekad membuahkan kesuksesan OSO Sekuritas Indonesia. Ini terlihat dari banyaknya cabang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia atau sebanyak 24 cabang mulai dari Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi, “tulis situs resminya.

Perusahaan dipimpin oleh Direktur Utama Achdiarini Siwiwardhani bahwa memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman di industri keuangan yang meliputi area komersial dan perbankan investasi.

Sebelum bergabung dengan OSO Sekuritas, Siwi adalah Direktur Utama di PT ARS Finansial Profitas, dan pernah menjabat berbagai posisi direktur termasuk Direktur Investment Banking di PT Sucor Sekuritas Indonesia dan Kepala DCM di PT Bank ANZ Indonesia.

Direktur lainnya dijabat oleh Supriyadi sebagai direktur operasional. Supriyadi menjabat sebagai direktur operasional sejak 2019.

Sebelumnya, beliau mengawali karir sebagai analis riset pada tahun 2007 di PT Erdikha Elit Sekuritas, Analis di PT Majapahit Securities (2008 2011), dan memulai karirnya di PT OSO Sekuritas sebagai Kepala Riset.

Satu sutradara lagi, Andhini Warih sebagai dDirektur Pemasaran. Andhini Warih menjabat sebagai Direktur Pemasaran OSO Sekuritas Indonesia sejak 2019.

“Andhini Warih memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman profesional di dunia pasar modal di Indonesia,” tulis profil di situs resmi OSO Sekuritas.

Komisaris Utama dijabat Myrani Isnaniati dan Komisaris yaitu Agus Fajar.

Laporan keuangan OSO Sekuritas per September 2020 mencatat, aset mencapai Rp 238,16 miliar, dari Desember 2019 Rp 250,42 miliar.

Pendapatan operasional negatif sebesar Rp. 5,49 miliar, dari positif pada September 209 sebesar Rp. 55,72 miliar.

Kerugian periode berjalan per September 2020 sebesar Rp26,10 miliar dari laba bersih periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp19,49 miliar.

Per Desember 2019, laporan audit mencatat, saham OSO Sekuritas dimiliki oleh PT Citra Putra Mandiri sebesar 99,62%, sisanya Johanes Ferandi Limbergh 0,38%.

Situs resmi Citra Putra Mandiri menyebutkan bahwa perseroan merupakan OSO Group Holding yang membawahi berbagai bisnis antara lain agribisnis, properti, pertambangan, perusahaan sekuritas, jasa keuangan dan jasa bandara. Grup OSO didirikan pada tahun 2000 oleh pengusaha senior Oesman Sapta Odang (OSO).

Di Bursa Efek Indonesia (BEI), grup ini berhasil memboyong satu unit usaha properti di pasar modal, yakni PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY).

SPAB Dicabut

Dalam pengumuman di BEI, otoritas bursa mengumumkan bahwa pada tanggal 5 Februari 2021, Direksi BEI telah melakukan pencabutan SPAB OSO Sekuritas. Pengumuman ini ditulis oleh dua direktur IDX, Kristan S Manullang dan Laksono W Widodo, dalam pengumuman pada IDX, Jumat (5/2/2020).

OSO Sekuritas Indonesia yang sebelumnya bernama PT OSO Sekuritas dan PT Kapita Sekurindo. Memiliki SPAB-105 /JATS/BEJ.I.1 / V / 1995, tanggal 22 Mei 1995.

“Pencabutan Keanggotaan Bursa tersebut berdasarkan ketentuan III.1.2 dan III.2.1 Peraturan Bursa Nomor III-G tentang Pembekuan dan Pencabutan Persetujuan Keanggotaan Bursa,” tulis kedua direksi tersebut. IDX.

Sebelumnya pada April 2020, IDX menyatakan, berdasarkan hasil pemantauan Bursa terhadap Sistem Pelaporan Pusat MKBD (modal kerja bersih disesuaikan) perhatikan nilai itu MKBD OSO Sekuritas Indonesia per 17 April 2020 tidak memenuhi persyaratan nilai minimum MKBD yang dibutuhkan.

Oleh karena itu, dengan ini diumumkan bahwa pada Sesi Perdagangan pertama pada tanggal 20 April 2020 OSO Sekuritas Indonesia tidak diizinkan untuk melakukan aktivitas perdagangan di Bursa hingga pemberitahuan lebih lanjut.

[Gambas:Video CNBC]

(tas tas)


Source