Setidaknya 581 tewas di Myanmar sejak kudeta: Kelompok hak asasi

Jakarta, Indonesia

Setidaknya 581 orang di Myanmar telah tewas sejak militer negara itu merebut kendali pada 1 Februari, kata sebuah kelompok hak sipil yang berbasis di Myanmar.

Hingga 6 April, total 2.750 orang ditahan dan 38 di antaranya dijatuhi hukuman, Asosiasi Bantuan untuk Narapidana Politik (AAPP) mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa.

Pernyataan itu mempertanyakan sikap non-intervensi Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) atas berlanjutnya kekerasan di Myanmar.

“Kebijakan non-campur tangan tidak berarti mengizinkan junta untuk menyiksa orang-orang yang ditahan, atau memutilasi warga sipil dengan tato dari para pemimpin yang dipilih secara demokratis,” katanya.

Pada hari Selasa, pasukan junta menindak sekelompok petugas kesehatan, melukai seseorang dan menangkap empat dokter di Mandalay, kata kelompok itu.

Di kota Kyaukme di negara bagian Shan, pasukan junta menyerang kerumunan pengunjuk rasa dengan lebih dari 20 granat asap.

Tentara Myanmar merebut kekuasaan pada 1 Februari, menggulingkan pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi dan mengakhiri eksperimen singkat negara itu dengan pemerintahan demokratis.

Menanggapi kudeta tersebut, kelompok sipil di seluruh negeri meluncurkan kampanye pembangkangan sipil dengan demonstrasi massa dan aksi duduk.

Situs Anadolu Agency hanya memuat sebagian dari berita yang ditawarkan kepada pelanggan di AA News Broadcasting System (HAS), dan dalam bentuk ringkasan. Silakan hubungi kami untuk opsi berlangganan.

Source