Serangan Komodo Dragon di resor Jurassic Park Indonesia

Perjalanan

Seorang pekerja di sebuah resort di Indonesia dikabarkan pernah diserang oleh Komodo.

Pekerja 46 tahun, bernama Elias Agas, bekerja di resor ‘Jurassic Park’ yang saat ini sedang dibangun di Pulau Rinca.

Menurut laporan, reptil itu “merobek beberapa bagian tubuhnya” sebelum pria itu dilarikan dari pulau itu dengan speedboat ke rumah sakit terdekat.

Resor ini telah memicu kontroversi, mengingat di sini terdapat sekitar 1000 dari 3000 Komodo yang tersisa di seluruh dunia.

Komodo adalah kadal terbesar di dunia.  Foto / Guillaume Marque, Unsplash
Komodo adalah kadal terbesar di dunia. Foto / Guillaume Marque, Unsplash

Binatang buas, reptil terbesar di dunia, dapat tumbuh hingga 3 meter dan berat hingga 90kg. Gigitan komodo bisa berakibat fatal jika tidak ditangani dengan cepat.

Menurut saksi penyerangan, kadal itu hanya berjarak beberapa meter dari mereka sebelum menyerang.

Tahun lalu, ada pembicaraan yang melarang wisatawan mengunjungi pulau itu dalam upaya melindungi spesies tersebut, namun Indonesia membatalkan rencana tersebut dan mengatakan mereka malah akan membatasi jumlah pengunjung dan menaikkan harga masuk untuk menciptakan “tujuan premium”.

Pulau Rinca Indonesia adalah rumah bagi 1000 Naga yang tersisa di dunia.  Foto / Frajuddin Mudzakk, Unsplash
Pulau Rinca Indonesia adalah rumah bagi 1000 Naga yang tersisa di dunia. Foto / Frajuddin Mudzakk, Unsplash

Pada bulan September, pemerintah Indonesia mengungkapkan rencana untuk mengembangkan objek wisata bergaya Jurassic Park di Taman Nasional Komodo, rumah bagi sekitar 4000 komodo yang nenek moyangnya dapat ditelusuri kembali sekitar satu juta tahun di wilayah tersebut.

Itu berubah kepala setelah arsitek utama merilis video rendering dari atraksi yang diusulkan, lengkap dengan tema Jurassic Park yang menggetarkan komposer John Williams.

Pemerintah juga menandai sistem keanggotaan baru yang mahal yang akan membebani turis $ 1000 per orang untuk mengunjungi taman nasional.

Langkah tersebut dirancang untuk membantu mendanai upaya konservasi.

Taman Nasional Komodo membentang di pulau Rinca, Komodo dan Padar, bersama dengan serangkaian pulau kecil, dan merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO dan Cagar Biosfer.

Situs yang dilindungi ini adalah satu-satunya habitat alami dari komodo yang berbisa, yang dapat tumbuh hingga 3m, dan setiap tahun menarik ribuan wisatawan yang berharap untuk melihat makhluk luar biasa dari dekat.

Warga dan kelompok lokal mengatakan kepada ABC bahwa mereka belum diajak berkonsultasi tentang perkembangan tersebut, dan kelompok lingkungan telah melancarkan berbagai protes terhadapnya.

“Kami menuntut pemerintah transparan sepenuhnya tentang pembangunannya dan segera berkonsultasi dengan publik,” kata pemimpin komunitas bisnis setempat Aloysius Suhartim Karya.

Foto pekerja konstruksi taman versus naga menjadi viral.  Foto / via @gregoriusafioma
Foto pekerja konstruksi taman versus seekor naga menjadi viral. Foto / via @gregoriusafioma

Pada bulan Oktober, foto naga besar yang menghentikan pekerjaan konstruksi menjadi viral di Instagram.
Gregorius Afioma, yang fotonya mendapatkan hampir 300 ribu suka, mengatakan itu menunjukkan “mungkin truk pertama yang memasuki kawasan konservasi komodo sejak komodo menjadi perhatian dunia pada tahun 1912.⁣”

Kementerian tersebut mengatakan kepada Jakarta Post bahwa mereka akan mengerahkan 10 penjaga ke lokasi konstruksi setiap hari, untuk menghindari pertemuan antara staf konstruksi dan komodo.

Pemandu wisata juga berbagi keprihatinan bahwa taman itu kurang berkaitan dengan konservasi dan lebih berkaitan dengan keuntungan finansial.

“Menurut nenek moyang kita, konservasi berarti hidup bersama dengan komodo dalam ekosistemnya sendiri,” kata Akbar Allyubi kepada ABC.

– Dengan pelaporan tambahan

Source