Sentuh Rp 490, Saham Bukopin Naik 19,51%

Jakarta, CNBC Indonesia– Saham perusahaan perbankan PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) ditutup naik 19,51% atau berada di level Rp490 / saham pada akhir perdagangan, Jumat (18/12/2020). Berdasarkan data RTI, saham Bukopin hari ini berada di kisaran Rp 412-196 / saham.

Sebanyak 1,1 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi Rp 512,96 miliar. Pembelian dan penjualan saham Bank Bukopin terlihat didominasi oleh investor domestik dibandingkan investor asing, dengan 47,331% atau Rp 486,2 miliar dibeli oleh investor domestik dengan 1 miliar saham. Sedangkan 46,76% atau Rp 480,4 miliar investor dalam negeri menjual 1 miliar saham.

Sedangkan dari aksi jual beli investor asing tidak banyak bergerak, aksi beli dan jual investor asing sebesar 2,67 persen atau Rp 27,5 miliar dengan 62 juta saham. Kemudian aksi jual investor asing sedikit mengecil sebesar 3,24% atau Rp 33,3 miliar dengan 71 juta saham.

Dalam sebulan saham BBKP naik 47,29% dan dalam 3 bulan terakhir naik 39%, sedangkan dalam 6 bulan terakhir juga melonjak 131,20%.

Sebelumnya, kabar terbaru yang menjadi katalis positif adalah pernyataan Kementerian BUMN terkait pengelolaan kekayaan negara, saham di BBKP dan ISAT. Pengelolaan ini sejalan dengan pengalihan yang telah diberikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kepada Menteri BUMN Erick Thohir. Informasi tersebut disampaikan Erick Thohir di depan Komisi VI DPR, awal Desember lalu.

Sedangkan di Bukopin, pemerintah masih memiliki satu juta lot saham BBKP atau sekitar 3,06%. Untuk legal control, BBKP sendiri telah beralih dari grup Bosowa ke Kookmin Bank Co. Ltd sebagai pengendali baru yang menguasai 67% saham BBKP.

Sedangkan untuk Bukopin, menurut Direktur Utama Bukopin Rivan Ahmad Purwantono, kenaikan harga saham tersebut lebih mencerminkan kepercayaan investor terhadap Bukopin setelah Bank Kookmin menjadi pengendali.

Dengan adanya Bank Kookmin, Bukopin akan membangun ekosistem bisnis baru dengan mengandalkan sedikitnya 190 perusahaan Korea di dalam dan luar negeri.

“Dengan ekosistem baru ini, Bukopin akan menjadi bank swasta pertama di Indonesia yang menjadi bank global. Hal ini akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Bukopin,” kata Rivan kepada CNBC Indonesia.

[Gambas:Video CNBC]

(dob / dob)


Source