Semua Minyak Nabati Naik Termasuk CPO, Ternyata Ini Pemicunya

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak sawit mentah (CPO) untuk kontrak yang banyak diperdagangkan naik 1% pada perdagangan hari ini, Selasa (22/12/2020). Harga kontrak yang habis pada Maret 2021 itu naik 50 ringgit dibanding posisi penutupan kemarin.

Pada pukul 10.50 WIB, harga kontrak berjangka CPO di Malaysia Derivative Exchange berada pada level RM 3.456 / ton. Harga minyak nabati unggulan asal Indonesia dan Malaysia ini naik 1,5%.

Kenaikan harga minyak nabati lainnya juga memicu apresiasi harga CPO. Harga CPO juga dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak nabati lainnya karena meski memiliki segmen pasar tertentu di masing-masing negara, produknya merupakan produk substitusi.

Harga kontrak kedelai di Chicago Board of Trade melesat ke level tertinggi dalam 6,5 tahun terakhir akibat kemarau panjang yang melanda Argentina. Cuaca kering membuat prospek pasokan menipis dan menaikkan harga.

Harga kontrak minyak kedelai dan minyak sawit di Bursa Komoditas Dalian juga meningkat masing-masing sebesar 0,5% dan 1,2%. Jadi wajar saja jika harga CPO juga naik.

Peningkatan ekspor minyak sawit di negara tetangga selama Desember juga menjadi katalisator kenaikan harga CPO.

Survei yang dilakukan Intertek Testing Services menunjukkan, ekspor minyak sawit Indonesia periode 1-20 Desember meningkat 18,9% dibandingkan periode yang sama bulan lalu.

Selama periode tersebut, ekspor minyak sawit dilaporkan mencapai 1,07 juta ton dari bulan sebelumnya 898 ribu ton. Kenaikan pengiriman ke Uni Eropa (UE) dan India turut mendongkrak kinerja ekspor Desember ini ketika permintaan impor China turun signifikan.

TIM PENELITI CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(twg / twg)


Source