Sektor manufaktur diprediksi membaik, saham-saham tersebut bisa dicermati

Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sektor manufaktur di Indonesia sedang berkembang. Riset IHS Markit menunjukkan Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur Indonesia pada Januari 2021 adalah 52,2. Ini meningkat dari Desember 2020 yang tercatat di 51,3.

“Pemulihan sektor manufaktur Indonesia pada Januari cukup baik hasil dan order baru berkembang dengan kecepatan yang semakin cepat dan kepercayaan bisnis mencapai level tertinggi dalam empat tahun, “seperti tertulis dalam rilis IHS Markit, Senin (1/2).

Lebih lanjut dijelaskan bahwa sektor kesehatan mencatat kenaikan baru tercepat dalam 6,5 tahun terakhir. Di sisi lain, peningkatan ini merupakan yang terbesar sejak survei dimulai pada April 2011.

Baca juga: Ada Penegakan PPKM, Intip Prospek Mitra Adiperkasa (MAPI)

Menanggapi hal tersebut, Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia, Ike Widiawati mengamati, emiten di sektor manufaktur sebenarnya sedang berusaha untuk bangkit kembali. Industri manufaktur menunggu momentum yang bertepatan dengan atau Di barisan dengan memudahkan aktivitas komunitas.

“Dengan kondisi infeksi yang tinggi, emiten di sektor manufaktur harus menyesuaikan dan mengerem ekspansinya Pasokan Minimal produksi tetap stabil dengan tingkat permintaan, ”ujarnya kepada Kontan.co.id, Rabu (3/2).

Memperhatikan hal tersebut, tidak mengherankan jika pergerakan harga saham di sektor manufaktur cenderung moderat untuk saat ini. Namun, ke depan, Ike masih optimistis saham-saham sektor manufaktur memiliki potensi yang bagus. Hanya saja kita perlu menunggu momentum dan perbaikan daya beli masyarakat.

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa bidang kesehatan memang mengalami peningkatan yang pesat akibat perubahan gaya hidup masyarakat. Masyarakat diimbau untuk lebih peduli pada kesehatan sehingga konsumsi suplemen, makanan bergizi dan obat-obatan semakin meningkat.

Namun, investor perlu berhati-hati dengan saham sektor kesehatan, khususnya farmasi. Rasio penilaian perlu diperhatikan agar tidak terjadi pembelian saham yang ada terlalu mahal.

Baca juga: IHSG berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (4/2)

Sementara Ike cenderung lebih memilih saham consumer goods seperti INDF dan UNVR. Untuk jangka waktu 12 bulan, INDF memiliki target harga Rp 8.500 atau berpotensi naik 35%. Sementara UNVR menargetkan harga Rp 8.450. Saham barang konsumsi lainnya seperti GGRM juga menarik dengan target harga Rp 41.400.

Ke depan, Ike memprediksi PMI Manufaktur Indonesia akan terus meningkat. Penguatan ini akan didorong lebih lanjut oleh vaksin Zeneza pada bulan April. Vaksin ini bisa menambah optimisme dan saya perkirakan PMI Manufaktur Indonesia pada kuartal II kemungkinan akan berada di atas level 53, jelasnya lagi.

DONASI, Dapatkan Voucher Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terima kasih atas perhatiannya, terdapat voucher gratis senilai donasi yang bisa digunakan untuk berbelanja di KONTAN Store.



Source