Sahur Menurut Sunnah Nabi Yang Terbaik Untuk Kesehatan

Memuat …

JAKARTA Sahur tidak sembarangan. Agar sahur memberikan manfaat dan baik untuk kesehatan, ada waktu yang tepat untuk sahur.

Pakar kesehatan Prof Ari Fahrial Syam menjelaskan bahwa sesuai sunnah yang diajarkan Nabi, sebaiknya umat Islam berpuasa di bulan Ramadhan sahur di saat menjelang Imsak. Tidak kemudian sahur selain waktu itu.

“Saya tidak menganjurkan sahur malam sebelum tidur. Waktu terbaik untuk sahur adalah menghampiri Imsak sesuai sunnah Nabi,” jelas Prof Ari dalam Webinar, Senin (12/4).

Baca Juga: Agar tidak cepat lelah saat berpuasa, lakukan hal berikut ini

Bukan tanpa alasan, jika ditarik alasan medis mengenai hal ini, Prof Ari menjelaskan bahwa puasa di Indonesia sekitar 14 jam sehari dan inilah waktu yang ideal bagi tubuh untuk tidak menerima asupan makanan atau minuman apapun.

Sebab, menurut studi yang dilakukan FKUI, tubuh hanya menghancurkan lemak, bukan protein. Sehingga metabolisme tubuh tidak akan rusak yang pada akhirnya menjaga daya tahan tubuh tetap baik.

Lain ceritanya, misalnya subuh sudah jam 9 atau 10 malam menjelang subuh, maka akan memperpanjang waktu puasa dan jika melebihi 14 jam dikhawatirkan tidak hanya akan memperpanjang waktu puasa. lemak dimusnahkan, tetapi proteinnya juga akan dimusnahkan, ”kata Prof. Ari.

Baca juga: Puasa Musim Pancaroba, Ini Tips Agar Tubuh Tetap Bugar!

Secara alami, tubuh akan menghancurkan lemak bila tidak ada asupan sama sekali. Ketika semua lemak di dalam tubuh dihancurkan, secara otomatis tubuh akan mengambil cadangan energi dari protein agar tubuh dapat tetap aktif.

“Jika protein hancur maka akan merusak daya tahan tubuh. Jika demikian tentu akan mudah terserang penyakit. Oleh karena itu, tidak dianjurkan untuk berangkat subuh sebelum tidur. Ikuti sunnah Rasululla karena itu adalah yang terbaik untuk tubuh kita, ”tutup Prof. Ari.

(dra)

Source