Sah! Bangkok Bank Merger, Bank Permata Menjadi Bank BUKU IV

Jakarta, CNBC Indonesia – Penggabungan PT Bank Permata Tbk (BNLI) dengan Kantor Cabang Bangkok Bank Indonesia (BBI) resmi menjadikan bank ini masuk dalam kategori Bank Umum untuk Kegiatan Usaha (BUKU) 4 dengan modal lebih dari Rp 30 triliun.

Penggabungan ini berlaku efektif dari OJK pada tanggal 21 Desember 2020 dengan Bangkok Bank Public Company Limited sebagai pemegang saham pengendali.

Operasi BBI setelah merger di Jakarta dan Surabaya akan dilakukan sebagai Bank Permata. Sementara kantor cabang di Medan ditutup, maka akan ditutup setelah tanggal efektif integrasi dan semua transaksi perbankan akan dilayani oleh Bank Permata.

Sedangkan dari sisi sumber daya manusia, pegawai BBI akan bergabung dengan bank hasil merger.

Direktur Utama Bank Permata Ridha DM Wirakusumah mengatakan merger kedua bank tersebut sebagai upaya mendukung kebijakan konsolidasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memperkuat industri perbankan Indonesia.

“… Setelah integrasi dan persetujuan OJK, PermataBank akan menjadi Bank Buku IV dengan struktur permodalan yang kuat, sehingga memperkuat peran kami sebagai agent of development untuk mendukung pertumbuhan bisnis nasabah …,” ujar Ridha dalam siaran persnya. , dikutip Selasa (22/12/2020).

Penggabungan keduanya akan memperkuat portofolio bisnis perseroan yang berkomitmen untuk menyediakan layanan perbankan digital, ritel, syariah, UMKM dan korporasi dengan kualitas prima bagi seluruh nasabah.

Kekuatan Bangkok Bank akan menyediakan kapabilitas perbankan korporasi dan jaringan cabang internasional serta basis nasabah yang luas.

President of Bangkok Bank dan Presiden Komisaris Bank Permata Chartsiri Sophonpanich mengatakan dengan bergabungnya Permata Bank ke dalam grup Bangkok Bank akan mendukung dunia usaha di Indonesia untuk mengambil peluang di pasar kawasan Asean.

“… Ke depan, kami ingin berbagi pengetahuan dan keahlian untuk memberikan nilai yang lebih besar kepada pemangku kepentingan, membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan, dan mendukung bisnis Indonesia untuk meraih peluang di seluruh kawasan ASEAN dan sekitarnya,” ujarnya.

[Gambas:Video CNBC]

(hps / hps)


Source