Rusia yang Chaotic, Biden Mengancam Sanksi atas Serangan Cyber

Jakarta, CNN Indonesia –

pemilihan presiden Joe Biden mengancam akan mengenakan denda atau sanksi kepada pihak yang melakukan serangan siber Amerika Serikat. Biden membuat pernyataan ini di tengah tuduhan yang kacau balau Rusia melakukan serangan cyber di AS.

“Pertahanan yang baik tidak cukup. Kami perlu mengganggu dan mencegah musuh kami meluncurkan serangan dunia maya sejak awal,” kata Biden seperti dikutip. CNN, Jumat (18/12).

Dia kemudian berkata, “Kami akan melakukannya dengan mengenakan denda atau hukuman yang besar pada mereka yang bertanggung jawab atas serangan jahat ini.”

Dalam pernyataannya, Biden tidak menyebut Rusia. Namun, pernyataan ini disampaikan di tengah kisruh dugaan bahwa Rusia melakukan serangan siber terhadap badan federal AS.

Biden dan tim cyber-nya dikatakan sedang mempersiapkan “strategi pembebanan biaya” untuk menanggapi “kenakalan” Rusia.

Ketika ditanya tentang peretasan dalam wawancara dengan Stephen Colbert, Biden juga menekankan bahwa setiap individu atau entitas yang melakukan serangan dunia maya akan terpengaruh secara finansial.

Seorang sumber memberi tahu CNN bahwa Biden memang merencanakan sanksi keras terhadap Rusia yang telah mencampuri urusan AS dalam beberapa tahun terakhir.

Setelah menjabat sebagai presiden, Biden dikabarkan mencoba untuk menentukan cakupan campur tangan Rusia dalam pemilu 2020.

Dia juga ingin menyelidiki berbagai tindakan Rusia lainnya, termasuk memberikan hadiah kepada tentara AS di Afghanistan selama pemerintahan Trump.

Beberapa pengamat menilai Biden memiliki tugas berat menanggapi Rusia. Menurut para ahli, sikap AS terhadap Rusia berantakan di bawah pemerintahan Trump.

“Pemerintahan Biden memiliki tugas yang lebih sulit daripada pemerintahan baru lainnya sejak Perang Dingin karena kebijakan itu sekarang berantakan setelah empat tahun pemerintahan Trump,” kata Edward Fishman, yang menangani sanksi Rusia selama pemerintahan Obama.

(din / has)


Source