RUPS Waskita Menyetujui Pinjaman Rp 15,3 Triliun dengan Jaminan Pemerintah

JAKARTA, KOMPAS.com – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2020 yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa (20/4/2021), menyetujui rencana Waskita untuk mendapatkan pendanaan dengan jaminan dari Pemerintah.

Waskita menargetkan mendapat pendanaan Rp 15,3 triliun dari pinjaman bank dan penerbitan obligasi atau sukuk.

Dana yang diperoleh Waskita akan digunakan untuk menyelesaikan pembangunan berbagai proyek infrastruktur yang saat ini sedang dikerjakan.

Baca juga: Strategi Daur Ulang Aset Waskita Melalui Investasi Tol, Konstruksi dan Divestasi

Saat ini Waskita menunggu persetujuan Kementerian Keuangan untuk jaminan tersebut.

Dengan adanya jaminan dari Pemerintah, kelayakan kredit Waskita akan meningkat sehingga cost of debt semakin kompetitif.

Pada 2020, Waskita berhasil membukukan nilai kontrak baru Rp 27 triliun.

Kontrak baru tersebut terdiri dari 43 persen proyek infrastruktur konektivitas, 8 persen proyek infrastruktur sumber daya air, 13 persen proyek gedung, 27 persen proyek EPC, dan sembilan persen kontrak diperoleh anak perusahaan.

RUPST juga menetapkan dewan komisaris dan direksi baru:

Komisaris

  • Komisaris Utama / Independen: Badrodin Haiti
  • Komisaris: Robert Leonard Marbun
  • Komisaris: Mochammad Fadjroel Rachman
  • Komisaris: Ahmad Erani Yustika
  • Komisaris: T. Iskandar
  • Komisaris Independen: Muradi
  • Komisaris Independen: Bambang Setyo Wahyudi

Direktur

  • Direktur Utama: Destiawan Soewardjono
  • Direktur Operasi I: I Ketut Pasek Senjaya Putra
  • Direktur Operasi II: Bambang Rianto
  • Direktur Operasi III: Gunadi
  • Direktur Pengembangan Sistem & HCM: Hadjar Seti Adji
  • Direktur Keuangan & Manajemen Risiko: Taufik Hendra Kusuma
  • Direktur Pengembangan Bisnis & QSHE: Luki Theta Handayani

Source